kalau dalam islam sebenernya perempuan ga diwajibin nyari nafkah sama sekali (walau islam jg tdk melarang perempuan bekerja selama dlm koridor syariat)
-belom nikah? ayahnya yg nafkahin
-gapunya ayah? saudara laki2 ayahnya yg nafkahin
-udah nikah? suaminya yg nafkahin
-suami udh meninggal? anak laki laki yg nafkahin
-gapunya siapa siapa dari mahrom untuk menafkahi? kewajiban negara utk menafkahi (dari baitul maal)
sayangnya, ga semua org paham ini, bahkan krisis qowwam di era sekarang. akhirnya ada sebagian perempuan terpaksa dan harus bekerja ๐ฅฒ salah siapa? ytta~
Cantik sekali kalimat ini :
Apabila yang ada di depan membuatmu takut, dan yang dibelakang membuatmu luka lihatlah keatas, sungguh Allah tak pernah gagal menolongmu.
The saddest goodbye is the one you have to say to the older version of you that worked so hard to get you this far but canโt go into the future with you because too many things have changed
part paling menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu hanya terdiam dengan tatapan kosong, lalu kamu menangis karena tidak ada pilihan lain selain bertahan pada situasi yang sebenarnya tidak kamu inginkan.
Ada seorang anak perempuan yang terbiasa sakit tanpa disembuhkan, terbiasa kecewa tanpa ditenangkan, terbiasa sedih tanpa pelukan. Berbagai episode menyakitkan telah ia lewati, ia diam meski banyak luka yang ingin berbicara, ia tersenyum meskipun di pelupuk penuh dengan air mata.
Hati-Hati pria yang punya sifat ini tidak boleh di nikahi oleh perempuan
1 .Pelit
(HR.Bukhari 4945, Muslim)
2. Suka melirik wanita lain
(HR. Bukhori)
3. Tidak pernah shalat
(HR. Ahmad 15183)
4. Bersikap kasar
(HR. Muslim 2594, Abu Daud 2478)
5. Tidak mempunyai penghasilan
(HR. Muslim 1480, Nasai 3245)
6. Mempunyai penghasilan haram
(HR. Tirmidzi 614)
7. Peminum alkohol
(HR. Ibnu Majah)
8. Tidak cemburu
(HR. At-Thabrani)
9. Membuat istri jadi pemimpin rumah tangga
(HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Nasaโi)
10. Suka berdusta
(HR. Bukhari-Muslim)
11. Tidak bisa menjaga pergaulan
ย (QS. An-Nur: 3)
12. Musyrik
(QS. Al-Baqarah: 221)
13. Akhlaknya buruk
(HR. Tirmidzi 1084, Ibnu Majah 1967)
iโm starting to understand and relate to those people who disappear when going through stuff then reappear later after they've sorted themselves out. sometimes someone just needs a break from everyone and everything and it's okay.