while gw paham tiap org punya attachment style masing2, tp kl lu udh buat conscious decision to commit to a relationship, then theres an expectation that u'll show up when things get uncomfortable too, not just when they're easy.
ya hrus ada willingness buat meet halfway lah..
@buzzthetoy no one ask you avoidants to always be available but having an intimate relationship means you always have to compromise to make the relationship work. butuh waktu? ngomong. ga mood? ngomong. yg dimasalahin orang2 tuh avo sering ilang tiba2 tanpa penjelasan
beberapa hari lalu gue selesai baca buku dan doi langsung nanya “did you finish it? tell me everything about it.” sambil tepuk-tepuk kasur. akhirnya gue yapping 20 menit tentang buku itu sampe ketiduran. he doesn’t like reading books, but he listens :3
Tapi kalian sadar gasih avoidant (in term of attachment ya) itu justru baru terasa komunikasinya ngadet pas kita udah mulai deket sama dia. Waktu di awal mah enak banget dia bisa diajak ngobrolin banyak topik tapi ciut kalo udah menyangkut dirinya atau melibatkan feeling
di umur skrng tuh gue beneran realize jodoh tuh beneran ga ada yg tau ges…. lamanya sama siapa tau2 yg digandeng nikah siapa.. no one knows guyss no oneee
aku sedihh liat ini… karena aku tau kalo from the very beginning WE NEVER HATED INDONESIA. not even a bit. yang kita benci tuh korupsinya, nepotisme, keserakahan oligarki, dan orang yg dzalim. we love this country so much, and that’s why it hurts to see it getting ruined by them
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
demo tuh yah emang harus distruptif, bikin macet, ngeganggu kegiatan sehari-hari, karena tujuan demo ya biar di denger pejabat dan bikin mereka TERGANGGU untuk merubah kebijakan, kalau ada "area khusus demo" ngapain coba? teriak2 dilapangan ga didenger?
Kenapa yaa tiap lihat orang-orang demo gini selalu sedih.... kayak... guys nggak ada yang mau panas-panasan demo sampai taruhannya keselamatan kita seandainya pemerintah bejus mengurus negara.
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
dear kaka kaka yang akan turun aksi besok, first of all I want to say thank you for having the bravery to fight for our rights. second of all, please stay safe. dari kemarin aku mantau akun BEM dan bacain komennya aja bikin aku takut, humans can be so scary sometimes..
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.