Kata-katamu menyakitiku namun aku menerima semua rasa sakit itu. Aku berharap itu cukup membuatmu untuk tidak meninggalkanku. Aku satu-satunya yg berdarah, dan memohon pengampunanmu.
Aku menerima setiap kata-kata kejam seperti aku layak untuk mendapatkannya. Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa rasa sakit ini adalah harga yg pantas di bayar. Bahwa kebahagiaanmu lebih berharga daripada kebahagiaanku sendiri.
Ini adalah fase kehidupan yg tidak akan pernah aku rekomendasikan. Aku memakai lukaku itu seperti tato yg tersembunyi. Setiap bekas luka adalah bukti perjuangan yg ku lalui sendiri. Semua penderitaan itu ku lakukan atas nama cinta.
bertahan dengan pasangan yang katanya “sayang sama kita” tapi selalu dihantam habis-habisan sama komunikasi yang makin hari makin kosong, it's hurt a lot.
“Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah berilah aku cahaya.” (HR. Muslim)