aku nemu quotes ngena banget :
“sesuatu yang digariskan untukmu tidak akan berbelok menjadi milik orang lain. begitu juga segala sesuatu yang bukan ditakdirkan untukmu, sekencang apapun engkau kejar dia akan selalu berhasil menghindar.”
sebenernya enggak ada niatan untuk ngediemin sama sekali, cuma kamu ya mana paham, gimana rasanya disepelein sama hal-hal kecil yang kamu anggap biasa aja itu.
Aku pernah membaca satu fakta tentang perasaan seseorang:
1. Orang yang pernah trauma dan menyimpan luka yang dalam, sering kali justru terlihat indah dan menawan di mata orang lain.
2. Orang yang paling kesepian adalah mereka yang paling ramah pada semua orang.
3. Orang yang paling hebat dalam mengerti, memahami, dan mendengarkan, biasanya adalah mereka yang memeluk kesakitannya sendiri dalam diam.
Kalo dia menginginkamu dan kamu orangnya, kamu ga akan sempet meminta, karena dia akan kasih dengan inisiatifnya sendiri. Kalo dia ga kasih berarti dia emang ga mau bukan ga bisa.
gue selalu ngeyakinin diri sendiri "gapapa kok kalo proses nya lebih lama dari temen² yg lain, gapapa kok ketinggalan, yg penting i do my best" tp ga bohong sih ttp aja ga tenang, takut, dan kepikiran🥲
Menghargai itu kebijaksanaan tertinggi.
Kalau ada orang meyakini tikus bernapas menggunakan radiator, hargai saja sudut pandangnya.
Menghargai bukan berarti setuju, kan?
Batas kemarahan seseorang bukan lagi memaki, tapi diam dan tidak peduli, karena lelah terbesar adalah saat hati memilih menjaga diri daripada menjelaskan.