Presiden BJ Habibie yang kena masalah kalau syarat capres-cawapres S1
sistem pendidikan beliau waktu itu di Jerman tidak mengeluarkan ijazah S1, langsung di akhir S2
Andi Azwan ngomong sampai semua umatnya keluar, dengan mudah Effedi Gazali dengan sangat mudah mematahkan argumennya.
Sampai kapan penonton TV Nasional Kita disuguhi kekonyolan seperti ini??
Seskab Teddy saat ngusir sebagian orang yang di dalam LRT buat pindah tempat duduknya.
Kemungkinan yang diusir jajaran direksi LRT Jakarta. Emang ngapa sih gak boleh gabung.
Kejadiannya saat Presiden Prabowo mencoba menggunakan moda LRT Jakarta dari Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Momen tersebut dilakukan sebelum Prabowo meresmikan operasional LRT Kelapa Gading-Manggarai.
📹: sekretariat presiden
Suryadono: "MBG sebenarnya tidak pernah bermasalah, itu hanya masalah ideologis politik."
Ia implikasikan anak2 yg sakit itu karena berbeda ideologi, didukung oleh guru2, ortu2 anak yg sakit, wartawan2 yg ribut di sosmed akhirnya terdengar MBG menjadi masalah
Bodohkah org ini?
Baca di sini: https://t.co/DydjQfcw5l
Purbaya mengaku sengaja menyampaikan pernyataan optimistis saat awal menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan membentuk ekspektasi positif terhadap ekonomi.
~KQ #Purbaya#MenkeuPurbaya
Baca selengkapnya: https://t.co/0heUtFLPhq
PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi terkait transfer pricing dan under-invoicing.
~MS #Kejagung#TobaPulpLestari#underinvoicing
qodari bilang prabowo layak di sebut bapak transformasi bangsa:
- katanya prabowo mau indonesia naik kelas
- dari negara berkembang jadi negara maju
- targetnya pendapatan per orang naik dari 3.000 dolar
- ke 20.000 dolar
- mau indonesia mandiri pangan dan mandiri energi
- caranya lewat biosolar b50 dan pembangkit listrik tenaga surya 100 gw
- mau menutup kebocoran hasil ekspor sumber daya alam
- prabowo kutip data pbb, kebocorannya bisa sampai rp 500 triliun setahun
levenia curiga dengan bencana 6 gunung indonesia:
- katanya timing nya terlalu pas
- kenapa sehari setelah presiden ri bersalaman mesra dengan putin di vladivosto
- 6 gunung vulkanik indonesia erupsi bersamaan
- dia bilang yang curiga soal ini bukan cuma dia
- katanya jepang, china, dan turki pernah punya kecurigaan sama
- dia rujuk proyek namanya haarp yang sering dibahas podcast luar negeri
- awalnya didanai us air force, us navy, dan darpa
- dia akui tidak ada bukti ilmiahnya
- tapi banyak spekulasi haarp bisa mengendalikan cuaca, bikin badai, sampai gempa
- proyeknya soal penelitian ionosfer pakai gelombang radio frekuensi tinggi, pusatnya di alaska
- pertanyaan dia: buat apa militer amerika bangun pemancar radio sekuat itu di alaska
Wkwkwk. Semangat ya, wahai para pegawai kubangan lumpur (SPPG). Semoga metabolisme tubuh kalian kian hari kian hancur.
Gapapa. Ini adalah ongkos murah atas uang² haram yang telah kalian telan dan nikmati.
Janlup, tiap gajian tetap rutin melakuken tindakan-tindakan amoral. 🙂🫡
WAPRES BUKAN SEKADAR “BAN SEREP”
Istilah ini begitu melekat dalam kesadaran kolektif politik Indonesia: Wapres itu hanyalah “ban serep”.
Istilah itu lahir dari pengalaman sejarah. Kita ingat ketika Soeharto mundur, Habibie mengambil alih. Ketika Gus Dur diberhentikan, Megawati menggantikannya.
Seolah-olah Wapres hanya duduk menunggu sampai Presiden tidak lagi mampu memegang kemudi.
Salah ❌
Dalam konstitusi pasca reformasi, persoalannya tidak sesederhana itu lagi.
Wapres memang disiapkan untuk memastikan negara tetap berjalan normal ketika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. Namun kita juga perlu memahami satu hal sederhananya bahwa Wapres adalah bagian dari pasangan yang dipilih langsung oleh rakyat.
Artinya, Wapres bukan sekadar penonton yang duduk manis di kursi sebelah Presiden.
Wapres adalah bagian dari mandat rakyat dan bagian dari kesinambungan kekuasaan dari eksekutif.
Karena itu, ukuran seorang Wapres seharusnya bukan seberapa sering ia tampil atau seberapa ramai ia diberitakan.
Yang lebih penting adalah kapasitas, pengalaman, kontribusi, dan kesiapan memikul tanggung jawab ketika negara membutuhkannya.
Gibran berada dalam posisi yang menarik. Ia bukan hanya sedang menjalankan tugas sebagai Wapres, tetapi juga sedang membangun pengalaman politiknya sendiri.
Sebab sejarah selalu mengajarkan bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang mau terus berjuang di jalur "Jas Merah"
Ingat, orang nomor dua tidak selalu selamanya menjadi orang nomor dua.
— Dedy Nur Palakka