Kalo dari POV Mikrobiologi -> Darah menstruasi memang mengandung bakteri (flora normal vagina + kontak kulit), tapi mencuci pembalut tidak “mensterilkan” apa pun tapi tanpa sadar malah berisiko bikin cipratan darah/cairan menyebar ke tangan, wastafel, atau permukaan lain (kontaminasi silang).
Kalo mau tetap dicuci silahkan tapi cucinya juga hati-hati untuk menghindari cross contamination dan lingkungan tempat cucinya juga harus dibersihkan lagi + jangan lupa cuci tangan
@umbisambat@_ppaiyunppai@ekologic4@suarawargatxt Betul kak, harusnya begitu seperti yg Kakak jelaskan.
Tapi nyatanya "mereka" pakai patokan hutang = aset. Ini berdasarkan info di musydes ya kak, bukan saya yg bilang.
@umbisambat@ekologic4@suarawargatxt Waktu itu aku pernah musydes, dan pemdes cerita soal kriteria desil itu apa aja, dan hutang dianggap aset, pantesan desilnya pada naik.
Koreksi kalau salah yaa
istrimu kesepian, Pak.
Bapak mungkin mikir:
"Kesepian gimana? Dia sama anak seharian."
Justru itu.
Coba bapak bayangkan:
14 jam bersama manusia kecil yang nggak bisa diajak ngobrol dewasa.
Yang komunikasinya: nangis, teriak, "mamaaaa," dan tantrum.
Paling enak emang jadi rakyat desa
1) Gak pake dolar, soalnya di desa masih barter. Dolar naik gak masalah.
2) Gak pake BBM, soalnya di desa naik kuda, gak naik mobil. BBM naik gak masalah.
3) Gak pake pulsa. Kalau ngobrol sama tetangga agak jauh, pake kaleng sama benang.
4) Gak pake sosmed, soalnya ada pos kamling. Semua obrolan politik ada di sana. Kuota operator jadi 28 hari gak sebulan gak masalah.
5) Gak main saham, soalnya kalau investasi beli sawah tetangga. IHSG ambruk gak masalah.
6) Gak pake listrik, soalnya udah ada lampu petromaks. Tarif dasar listrik naik gak masalah.
7) Kalau mau ke luar kota atau negeri naik elang. Harga pesawat naik 2-3 kali lipat gak masalah.
@vyowiz_ Bisa bikin tenang banget, sering dibilang ketinggalan info tapi biarin laaa kan emang gamau tau urusan orang juga, tapi aku tetep rajin bikin story (kasian mereka gada tontonan yg dijadikan tuntunan)
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
“dia yang jemput, dia yang nyetir, dia yang bayarin, dia juga yang bilang makasih karena lu udah mau jalan sama dia”
kalo sama cowo yang kecintaan banget, tugas lu cuma bernafas aja girl’s