🚨❤️ | Mesut Özil reacts emotionally to Arsenal F.C. winning the Premier League
🗣️ “What I’ve seen worldwide after Arsenal won the league is something I’ve never seen in modern football.” 🌍🏆
Özil admitted the scale of celebrations across social media and on the streets felt bigger than football itself 👀🔴⚪️
🗣️ “Which team wins a trophy and the streets feel like this?”
🗣️ “This team is different. This club is massive.” ❤️🔥
Diantara quote indah sebagai penyemangat ibadah di akhir Ramadan,
إن لم تحسن الاستقبال، فأحسن الوداع
“Jika engkau belum baik dalam memberi sambutan di hari-hari awal maka perbaikilah saat hari-hari perpisahan.”
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,
ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب
Ada tiga jenis manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat, tidak dipandang, dan
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
Merugilah orang yang disebut namaku di hadapannya namun ia tak bershalawat.
Merugilah seseorang yang mendapatkan bulan Ramadhan namun dosa-dosanya tak diampuni.
Merugilah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya
Surat An-Nahl — Sekolah Kehidupan yang Tidak Pernah Tutup
Buka matamu. Lihat. Berpikirlah."
An-Nahl artinya **lebah.** Dan tidak ada kebetulan dalam Al-Qur'an.
Dari sekian banyak makhluk Allah memilih lebah. Mengapa?
Karena lebah adalah **model peradaban yang sempurna** dalam skala kecil:
Ia bekerja tanpa disuruh-suruh. Ia tidak mengambil lebih dari yang dibutuhkan.
Ia menghasilkan sesuatu yang menyembuhkan.
Dan ia hidup dalam sistem kolektif yang teratur tanpa ada yang merasa paling penting.
*"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat yang mereka buat. Kemudian makanlah dari segala buah-buahan... dari perutnya keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia."* (QS. An-Nahl: 68-69)
Sains modern baru membuktikan kandungan terapeutik madu dalam beberapa abad terakhir. Al-Qur'an menyebutnya **14 abad lalu.**
Surat ini adalah **ensiklopedia nikmat** — Allah menyebut begitu banyak pemberian-Nya satu per satu, seolah mengajak manusia untuk tidak terburu-buru, untuk berhenti sejenak dan benar-benar **menghitung.**
Ternak yang memberi susu dan daging. Hujan yang menghidupkan tanah mati. Kapal yang berlayar di lautan. Malam untuk istirahat. Siang untuk bekerja. Bintang sebagai navigasi. Gunung sebagai penyeimbang bumi.
Dan kemudian Allah bertanya — bukan dengan kemarahan, tapi dengan nada yang hampir terdengar seperti **keheranan yang lembut**:
*"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"*
---
**ayat tentang komunikasi**
*"Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik."* (QS. An-Nahl: 125)
Tiga level komunikasi dalam satu ayat:
Untuk yang berpikir
1. gunakan **hikmah dan argumen.**
Untuk yang belajar
2. gunakan **pengajaran yang menyentuh.**
Untuk yang menentang
3. gunakan **cara yang lebih baik, bukan yang lebih keras.**
Dan surat ini ditutup dengan perintah yang terasa seperti reset jiwa:
*"Bersabarlah dan kesabaranmu itu tidak lain hanyalah dengan pertolongan Allah."* (QS. An-Nahl: 127)
Seolah setelah menunjukkan begitu banyak nikmat, Allah berkata: **Kamu tidak harus menanggung semuanya sendiri.**
An-Nahl mengajarkan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan terima kasih
ia adalah cara melihat dunia.
Orang yang bersyukur tidak hidup di dunia yang berbeda.
Ia hanya melihat dunia yang sama dengan mata yang berbeda.
Dan lebah — makhluk kecil tanpa kesombongan — telah mencontohkan itu jauh sebelum manusia sempat menyadarinya.
Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah berkata,
Hidup ini sangat singkat, maka tidak sepatutnya seseorang mempersingkatnya dengan kesedihan dan mengikuti kesulitan-kesulitan, karena itu adalah lawan dari hidup yang sehat.
(Al-Wasa'il al-Mufidah 1/30)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءُ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Semua keturunan Adam adalah orang yang pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.
HR. Ibnu Majah, Ad Darimi, Al Hakim.
Declan Rice: “If you can’t win a game, don’t lose. We’re still four points clear at the top & we’ve got to keep looking forward. It’s been a rollercoaster of a season - if anyone thinks it’s going to be easy going for the title, they’re naive.” 😤