Ada sekelompok manusia caper, yg jika di notice mereka merasa penting dan jika diabaikan mereka merasa benar. Padahal kita mah gak peduli.
Emang paling bener jadi CEO MBG...
Maaf hanyalah jeda singkat
saat baja di lidah pura-pura tumpul.
Kita kembali menyemai benih pilu.
Kita begitu sibuk membersihkan debu di serambi,
namun lupa mencabut duri dalam hati.
Saling memeluk dengan tangan yang kaku,
sebelum kembali mengasah pedang semu.
Seribu bulan turun perlahan di antara doa yang hampir patah,
mengetuk pintu hati yang lama terkunci oleh debu-debu lelah.
Sebab barangkali di malam ini, takdir sedang baik hati,
menuliskan namamu tepat di sebelah namaku dalam kitab abadi.
#SeninPelangi@PelangiPuisi
Barangkali kita memang sepasang sunyi,
yang tak pernah menemukan rumah di satu nama.
Aku hanya bayangan yang kehilangan cahaya,
merayakanmu tanpa perlu kau tahu apa-apa.
#mainkata@PemetikAksara
Biarkan gelap menelan sebuah detak yang hampir kehilangan arah,
sebelum pagi datang dan memaksa kita kembali merasa tabah.
Ternyata, degup ini bukan lagi tanda tentang sebuah kepulangan,
melainkan cara hidup untuk merayakan setiap kehilangan.
#PuisiAmbyar@PemetikAksara
Pada setiap sisinya, aku menuliskan sebuah nama yang kini terasa asing,
menunggu angka itu jatuh dengan tenang.
Mungkin kita memang tidak sedang mencari sisi yang sempurna,
hanya sedang belajar menerima bahwa kekalahan juga bagian dari rencana.
#puisikangambar@PelangiPuisi
Lorong sunyi menunggu langkah,
malam merunduk di jendela waktu,
namun satu bintang tetap terang,
menjaga harapan kecil yang enggan pulang.
#puisipendek@PelangiPuisi
Ternyata, sepi adalah satu-satunya istana agung yang paling jujur,
tempat segala yang tak terucapkan akhirnya menemukan liang kubur.
Tak perlu lagi ada perayaan, cukup biarkan gaung itu menetap,
di dalam rongga dada yang mulai belajar untuk tetap tegap.
#mainkata@PemetikAksara
Dalam lamunku, kau adalah sunyi yang paling bising di kepala,
menjelma menjadi kabut yang menolak pudar meski pagi telah menyapa.
Sebab ada rindu yang lebih luas dari sekadar kata pulang,
tersesat di antara ingatan yang enggan menjadi usang.
#SeninPelangi@PelangiPuisi
hadiahi aku seluas-luasnya sepi,
agar dapat kudengar detak kecil di balik riuhmu,
jangan buru-buru menutup hari,
biarkan waktu duduk sebentar di antara kita,
sebelum malam merapikan segala yang tak sempat terucap.
#SeninPelangi@PelangiPuisi
Jika puasa adalah cara kita kembali menuji niat yang paling murni,
maka biarlah nafsu tunduk membisu dalam bejana sepi.
Tak perlu lagi ada duri yang melukai nurani,
sebab lapar ini adalah jalan pulang menuju diri yang fitri.
#mainkata@PemetikAksara
Biarkan tungku melumat habis sisa baja,
Hingga lelehnya mengalir pekat hingga memerah,
Membakar sajak yang kini hanya tinggal remah,
Sebab belati ini butuh satu titik di nadimu untuk menyudahi sepi.
@PemetikAksara#mainkata
Biarkan Utara menyimpan dinginnya jarak dan Selatan merawat sunyinya sepi.
Sebab bagi pencinta yang telah menyeduh hakikat hingga ke akar,
luka tak lagi butuh arah untuk tahu kapan ia harus berhenti berpijar.
@PemetikAksara#mainkata