Kembali ke Twitter setelah mematikannya di tahun 2013.
Ternyata, kecerdasan berucap 14 karakter sudah dibuat lebih panjang untuk menunjang hasrat berbicara daripada membaca, mendengar, dan menyimak.
CMIIW
Selain di Bali&Papua, knp kita ga membiasakan diri dgn anjing liar? Tp memaklumkan diri dgn kucing liar?
Kucing liar lu ksh mkn, tp berak di tetangga lu. Tetangga lu protes dan lu diem aja?
Tp pas ada anjing nyasar,”2 hari ga ada yg klaim akan dibuang ke tpt lain?
Numpang tanya:
Ini silang argumen antara membela nama baik sepuh & cara institusi dijalankan ya?
Macem lagi bikin esai hot topic, tapi tiap paragraf yg nulis banyak org. Tiap yang nulis cm modal info topik besarnya & 1 kalimat terakhir dari tiap paragraf.
Ga ketemu bahasannya.
@erickthohir Naturalisasi udah, biar tambah jago timnas di game console.
Pecat pelatih udah, biar spotlight-nya tetap di sampean.
Semua dilakuin biar CV pribadinya mentereng buat jadi cawapres, tapi gatot.
Bohong kalau yang dipikir dan diakukan untuk kemajuan sepakbola.
@Dandhy_Laksono "Bukan Ruang untuk Publik" - ini harus di-highlight.
Konglomerasi, Monopoli, Privatisasi dikasih karpet merah sama yang punya penjahat publik.
Kalau pejabat publik normalnya mengusahakan kebijakan yang melindungi kepentingan publik.
Penguasa 🫴+ Pengusaha🫳 = 🤝
@tithokharisma sabar aja pak. berasa emg stress-nya.
tp istri bkn sosok yg pas utk berkeluh kesah.
gw memilih step out sebentar klo udah burn out, tarik nafas, baru in-charge lagi saat suasana hati lebih tenang.
pas kita tenang, anak dari jauh lsg senyum pas liat kita walaupun baru 5 bulan.
@Rizkitrh@piotrj ohhh para babi-babi ini yaa yang bakar sampah pagi-pagi. tiap pagi dibikin bingung kok udah bau bakaran sampah. ternyata ini biangnya.
@ruangtaktik Makin ga jelas. Lebih jelas pragmatisnya Mou malah.
Malah sekarang men-OGS-kan diri. Mengandalkan individu pemain.
Cuma bedanya OGS pemainnya dibebasin sedangkan ETH ga boleh banyak tingkah, tapi sama-sama tipe pelatih pasang badan pas konpers.