مشهد مرعب في روسيا، مجموعة اطفال كانوا يلعبون امام المنزل جاء الجار اليكسي (44 عام) واخذ فتاه وحملها ذاهب بها للداخل وهي تصرخ
وهنا شجاعة صديقها الولد: ما تخلى عنها وقاوم وامسك الباب وقام بالصراخ حتى سمعته امرأة تدعى يوليا كانت تمر بالصدفه بالسيارةوقفت وانقذت الفتاه في اخر لحظةوتم القبض على اليكسي
No ending fairies, just tears on stage and a banner saying, “I.O.I, I���ll wait for you forever.”
See you again soon girls, we are grateful you came back for us!
2022 WA grup kostku ada anak baru yang ngetik panjang lebar karena dia 'nemu' daging kurban di depan pintu kamarnya. "Takutnya salah kirim ini, namanya memang betul nama saya tapi saya bukan muslim. Saya minta maaf ini saya sentuh plastiknya tadi-
Tadi pulang lewat depan Museum Nasional, liat bapak jualan ganci ini beliau sering disini tp baru td punya cash buat beli satu ganci nya.. guys kalau lewat depan Museum dn ada rejeki tolong dibeli yah cuma 10k tadi nanya bapaknya bahkan kdg ga ada yg beli dalam sehari 🥲 yaAllah
Di usia 72 tahun, ia tidak mencuri untuk serakah, ia hanya mengambil sedikit getah karet agar istri dan cucunya tak kelaparan. Saat tak ada yang mau menolong, hukum datang lebih dulu daripada belas kasihan. Semoga keadilan hadir dengan hati, agar Kakek Mujiran bisa menghabiskan sisa usianya di rumah, bukan di balik jeruji.
#KeadilanBukanHanyaAturan
Beneran gw gabisa berkata kata lagi
- Aceh blm pulih 100%
- Rupiah Anjlok
- Sumatera blackout
- Jabodetabek rawan begal
- Teror pocong golok bertebaran
Prabowo era lebih parah dibanding covid era sialannnnn…
JUST OUT:
Parlemen Eropa resmi mengeluarkan resolusi P10_TA(2026)0187 pada 21 Mei 2026 terkait pelanggaran HAM dan perlindungan aktivis di Indonesia.
Dokumen ini menyoroti serangan air keras terhadap Deputi Koordinator KontraS Andrie Yunus dan aktivis lingkungan Muhammad Rosidi.
Berikut beberapa poin penting resolusi Parlemen Eropa:
- Menuntut investigasi cepat, menyeluruh, transparan, dan independen atas serangan air keras terhadap Andrie Yunus dan Muhammad Rosidi.
- Mendesak proses peradilan seluruh pelaku dan dalang utama dilakukan melalui pengadilan sipil, bukan pengadilan militer, guna mengakhiri impunitas.
- Menyoroti penyempitan ruang sipil, represi terhadap pembela HAM, jurnalis, dan aktivis lingkungan di Indonesia.
-Mengkritik rancangan undang-undang disinformasi, penyiaran, dan keamanan siber yang berpotensi membatasi kebebasan berekspresi.
- Meminta Indonesia meninjau ulang regulasi represif dan menjamin lingkungan aman bagi aktivis dari pengawasan serta intimidasi.
- Menekankan kepatuhan terhadap komitmen HAM dan lingkungan dalam hubungan kemitraan strategis serta rantai pasok antara Uni Eropa dan Indonesia.
Selengkapnya bisa baca di: @KontraSupdates