Ya Allah aku mau gaji 20juta per bulan, dengan kerjaan manusiawi, lingkungannya ngga toxic, bisa punya waktu cukup buat ibadah, liburan, olahraga, ngelakuin hobi, quality time sama keluarga, dan yg pasti sehat jasmani dan rohani 🍃
doanya harus lebih spesifik lagi: pengen ngerasain gaji dua digit perbulan tapi workloadnya masih manusiawi, jam kerjanya selayaknya orang kerja dan bisa work life balance
Skill Fat ini udah level tinggi. Dia ngga pernah ketarik ke level emosi yang sama dengan lawan sehingga kemudian jadi debat kusir dan dapet kesempatan kasih argumen yg jelas. Membuat mereka yang emang ngga punya argumen mendalam bingung karena lo kok dia malah validasi gue?
CLOSING STATEMENT DARI FATIMAH AZZAHRA
Menurut generasi kami, pemerintah seharusnya bukan sibuk untuk menuduh seseorang antek-antek asing, bukan sibuk klarifikasi atas isu-isu yang seharusnya bisa mereka cegah sehingga tidak menimbulkan kericuhan.
Gw bukan psikolog anak, bahkan belajar psikologi aja ngga. tapi gw mau kasih pov bahayanya anak gak lihat ortu sbg tempat aman.
kata "anak" akan gw ganti dengan "aku".
kalau dimataku orang tua adalah figur otoritatif yg menilai, aku akan segan cerita ke orang tua.
"Karena tanpa harus dimarahi, anak gw sudah "memarahi" dirinya sendiri ketika ga mencapai target tertentu."
THIS!
Seringnya anak sudah menyalahkan diri sendiri saat gagal. Ga perlu makin diperkeruh dgn kata2,
"Kamu gagal"
"Kami kecewa"
Bisa2 mental makin down & malah give up.
Ortu gua dulu begini terus nyesel karena sekarang anaknya punya bipolar disorder, anxiety disorder, panic disorder, CPTSD, dan PTSD. Iya, ambis lu bisa ngebunuh anak lu secara perlahan. Harus konsumsi obat tiap hari. Mau anak lu gitu?
Sampai skrng jg masih lanjut (meski lesser)
kk aku berdoa semoga anak km gak grew salty ya.
soalnya aku pas mamaku uda aga tua, aku pernah salty bgt sama dia kek "apa sih mama gitu aja gak tau" atau "katanya S2 kok gitu aja pusing" atau "dah ah aku males ngomong, bisa diem ga?" padahal dia cuma ajak aku ngobrol 🥲
Adik temenku yg demo aja bilang. "Kalau negara ini baik2 aja kita mah mending ngelaprak di kafe sambil ngopi, Kak." Mereka tuh memperjuangkan apa yang menjadi hak banyak orang.
Dari wawancara ini Mahasiswa UI dan DPR ini,
ternyata selama ini mereka tau masalah besarnya di mana, untuk memajukan bangsa Indonesia.
Tapi kok solusinya malah melencengggg,
- Tau masalah Jembatan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Jalan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Sekolah rusak : solusinya makan
- Tau masalah Guru honorer menderita gaji 300rb : solusinya makan
Analoginya gini,
Bayangin lagi naik motor tapi bensinnya habis.
Dikasih 2 pilihan antara SPBU buat isi bensin atau warung makan buat makan tapi lebih memilih buat makan di warung makan biar lebih semangat dorong motor!!!!
Rip logika sehat
Dapat surat cinta dari Komdigi?
SAFEnet dan REMOTIVI mengajak publik untuk mendokumentasi bersama pelanggaran kebebasan berekspresi yang terjadi di media sosial berupa peringatan dari platform ataupun takedown konten secara langsung.
Yuk, turut lapor dan dokumentasikan notifikasi tersebut melalui https://t.co/75xLJIfv3r.