Ngomong bencana ini adalah “momentum yang baik” 4x.
Bilang makasih ke Prabowo 2x.
Ternyata pejabat-pejabat kita emang skill issue bahkan untuk hal se-basic komunikasi yang emphatic.
Kalau baca isi komentar dalam konten video penjarahan yang terjadi di Sibolga, kita akan menemukan sentimen negatif, ungkapan untuk meng-cancel empati, hingga membatalkan niat berdonasi.
Hal ini terjadi karena ada bias urban dalam cara kita melihat masalah.
Status “Bencana Nasional” bukan cuma soal pasal2 dlm UU, apalagi angka jumlah korban, tapi juga soal empati, solidaritas (hey, katanya NKRI harga mati??), dan anggaran. Pertanyaannya: apa pengurus negara skrg nirempati dan tidak punya anggaran sampai segitunya?