🚨 Arsenal made verbal offer to sign Bruno Guimaraes from Newcastle United. #AFC proposal through intermediaries below £60m - rejected + #NUFC insist sale of 28yo #Brazil int’l midfielder will not be entertained. W/ @gunnerblog@ChrisDHWaugh@TheAthleticFC https://t.co/EAsKXjwYCW
35 ASN Imigrasi.
96 rekening.
Total transaksi: Rp 366,7 miliar.
Yang berasal dari gaji: 3%.
Yang dari pemohon visa, paspor, izin tinggal: 97% , Rp 357 miliar.
Uangnya ditarik, dibelikan emas, lalu rumah dibayar pakai kepingan emas.
Ini bukan "oknum." KPK sendiri yang bilang: sistemik.
Top-down perintah, bottom-up setoran.
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
🚨 Arsenal exploring deal to sign Christos Tzolis from Club Brugge. 24yo left-sided winger expected to be gettable for ~€40m. Move for Greece international does not impact #AFC interest in Morgan Rogers or other options to strengthen attack @TheAthleticFC https://t.co/lBe1BINfU2
Alasan Marquinhos memeluk Gabriel setelah gagal penalti.
"Ketika dia gagal, yang pertama saya ingat adalah situasi yang sama ketika saya gagal penalti di Piala Dunia (perempat final vs Kroasia). Saya tahu momen seperti sangat berat untuk pemain." (ESPN)
Dan keduanya masuk ke dalam team of the season UCL. Sebagai tiang besar bagi tim masing-masing, keduanya memang sangat krusial. Dan kebetulan, keduanya adalah duet timnas Brazil di jantung pertahanan.
Sebuah pemandangan yang indah dan pengingat bagi fans. Bahwa respect itu masih ada.
Meski sayangnya, respect tidak mendulang impresi, dan malah menghadirkan caci maki, karena dianggap lemah hati.
Terima kasih, Marquinhos. Respect.
EMANG BELUM WAKTUNYA, ARSENAL.
Jujur, mereka sudah bertahan sebaik-baiknya vs PSG. Mampu mengontrol kotak penalti dengan baik.
Namun, level pemenang dan runner-up hanya tipis beberapa sentimeter saja. Ini belum waktunya, belum ada apinya, & mungkin juara PL saja sudah cukup.
Januari 2001. Mikel Arteta lagi ngabisin hari-harinya di Barcelona kayak biasa.
Tiba-tiba, ada telfon masuk.
“Mikel, siapin barang-barang kamu ya. Kamu terbang ke Paris.”
Apakah telfon itu dari Prabowo? Gaak, bukan. Bukan ajakan kunker, tapi itu notice dr Barça kalo dia akan di-loan 18 bulan ke PSG.
Arteta lumayan kaget ituh. Masih bocah, masih 18 tahun, belom punya pengalaman main di tim senior Barça, tapi udah mesti merantau.
Mana dikasih role penting: jadi bagian midfield dr rebuild skuat pelatih PSG waktu itu, Luis Fernandez. Dapet nomor punggung 4 pula.
Ibaratnya anak SMA tiba-tiba direkrut jadi karyawan kontrak di satu perusahaan. Gak ada magang, langsung kerja.
Bukan cuma Arteta, pemain PSG juga pada bingung. Edouard Cisse cerita ke The Athletic kalo mereka juga bertanya2 soal keputusan Fernandez datengin Arteta di antara banyak opsi. Mana durasi loan-nya 1,5 tahun.
Arteta ngajak ibunya ikut ke Paris di awal-awal, buat ngebantu proses adaptasi. Abistu, dari sesi latihan pertama, semua impressed. Cisse dan kawan-kawan paham: “oh, barang bagus ini.”
Arteta nunjukin kalo dia emang jenius, sesuai cerita di post yg gue quote di bawah. Tekniknya bagus. Mau belajar, termasuk belajar bahasa Prancis. Hunger-nya ada.
Bahkan bbrp kali dia diskusi berjam-jam bahas taktik sm Fernandez dan kapten klub waktu itu yg udah dia anggap kayak bapaknya sendiri selama di Paris, Mauricio Pochettino.
Satu setengah tahun di PSG bikin Arteta berkembang bgt. Satu trofi Intertoto Cup, 53 match, 5 gol dan 5 assist cukup deh ngejelasin itu.
Dia bukan cuma belajar dari rekan satu tim kayak Pochettino, tapi juga Jay-Jay Okocha, Nicolas Anelka, Ronaldinho, dan temen sekaligus asisten dia skrg yg ikut bawa Arsenal juara Premier League musim ini, Gabriel Heinze.
Begitu dia udah betah di Paris, eh sayang banget PSG gagal deal sm Barça buat permanenin dia. Jadilah Arteta abistu gabung Rangers.
Arteta berkembang di PSG karena spot di midfield Barça waktu itu udah penuh sm gelandang mateng yg full of talent.
Salah satunya? Luis Enrique, lawan dia di final UCL malem ini.
WOWO kurban 1.098 sapi dananya dari APBN, kurban atas nama PRABOWO SUBIANTO
kalau pake dana APBN sebutnya jangan dari Presiden dong, yang berkurban adalah rakyat indonesia yang bayar PAJAK
[NAZAR JUARA EPL]
PRE ORDER TSHIRT ARSENAL EDISI JUARA EPL
Sebagai bentuk nadzar sejak tahun 2023 (1st title race), saya buka PO ini.
SEMUA keuntungan akan disumbangkan ke Panti Asuhan Difabel di Jogja.
Tolong retweetnya kak @arsenalskitchen@IDGoonerscom@BeritaArsenal 🙏