Coba search “Hazard Chelsea Mourinho” di YouTube. Abis itu scroll ke video-video Shorts, dan lo akan nemuin banyak testimoni soal gimana Hazard di Chelsea, langsung dr mantan rekan setimnya dulu.
Ada cerita dari Danny Drinkwater & Jorginho yang kagum banget sama bakatnya. Ada juga cerita dari Todd Kane, pemain jebolan akademi Chelsea yg bilang Hazard pernah makan 2 burger di malem H-1 pertandingan, dan besoknya nyetak hattrick buat Chelsea.
Tapi, semua punya cerita yg sama: Hazard itu pemain yg bakat alaminya one in a trillion, tapi gak serius pas latihan, bahkan males. Tali sepatunya sering gak diiket, 5 menit sebelum pertandingan bisa masih nyantai FaceTime anak-anaknya, dan gak minat belajar soal taktik. Dia cuma mau main, nyerang lawan, abistu ya udah.
Paling menarik buat gue ceritanya John Terry (JT) soal dinamika Hazard & Mourinho. Mind you, JT adalah kapten yg mimpin Chelsea juara 5 titel Premier League, dan dia bicara jujur soal ini.
Kata JT, Mou pernah ngomong ke skuat Chelsea: “Eden ini lebih jago dari kalian semua. Dia bakalan menangin kita [Chelsea] pertandingan, jadi kalian mesti bantu dia.”
Ketimbang minta Hazard nyetel sama taktik dia, Mou nyuruh 10 pemain lain buat nyetel ke Hazard. Cover posisi kalo dia lg roaming, bek sayap wajib lari ekstra kalo dia ga mau track back. Intinya 1 anomali bareng 10 pemain yg mau kerja keras & do the dirty work.
Ada alasan kenapa waktu itu Juan Mata dijual Mou ke Manchester United. Sebagus-bagusnya Mata, dia tetep diminta buat pressing, track back, lari ke sana ke mari. Hazard? Gak perlu segitunya. Hazard itu pengecualian.
Mou pernah bilang: “orang yang cinta sepak bola di negara ini [Inggris] mestinya jatuh cinta sama Eden Hazard.”
Tapi, Mou juga pernah bilang: “Eden yang kita liat di atas lapangan itu bukan refleksi dari hasil latihan, tapi refleksi dari bakatnya.”
Sekarang banyangin Eden Hazard versi lebih profesional itu damage-nya sesakit apa. The best player of all time that never was.
Arsenal dan Atletico itu founder European Super League, langkah separatis oligarki elite sepakbola Eropa.
Kok bisa2nya ada fans Arsenal yg bilang klubnya working class.
Eh tapi kan metafora dia blom pernah menang UCL = working class 😂
Dear Shin Tae-yong. Anda pelatih bagus dan telah meningkatkan performa timnas. Kami respek dg itu. Namun, apabila Anda memilih loyal kepada ketum PSSI, maka silakan. Itu pilihan Anda. Masalahnya, tidak pantas apabila PSSI lepas tanggung jawab dari tragedi ini. #UsutTuntas
The pride and joy I felt at helping the team to win the Champions League and the Club World Cup will stay with me forever. I am honoured to have been a part of this club’s history and the memories of the last 19 months will always have a special place in my heart.
This is a club where I felt at home, both professionally and personally. Thank you so much to all the staff, the players and the supporters for making me feel very welcome from the start.