lagi burnout, tapi nemu kalimat ini :
pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah (Qs. At-Talaq : 3)
communication checklist;
– berkomunikasi secara dewasa bukan saling menyalahkan
– mendengarkan untuk mengerti bukan membalas
– memberi tau apa yg dirasakan tanpa menuduh
– mau belajar untuk jadi lebih baik & ga cuma nuntut berubah
– punya kesabaran untuk saling paham & memaafkan
kalian tau gaa sih?
titik tertinggi menghargai diri sendiri itu adalah dengan tidak menempatkan diri kita sebagai pilihan dalam hidup siapapun. “jika kita bukan tujuannya, cukup berhenti.” kita gaa perlu menang , kita hanya perlu selamat. dalam relationship itu tidak ada namanya bersaing dengan yang lain selain dirinya sendiri.
Di umur sekarang hubungan bukan lagi soal chemistry. Tapi soal,
"bisakah kita tetap lembut di saat sama-sama lelah?"
"Bisakah kita saling memahami saat sama-sama sibuk?"
"Bisakah kita tetap memilih satu sama lain saat hidup sedang tidak mudah?"
berasa ditampar bgt sama kalimat ini : 🥺😭😭
“titik terendah seseorang adalah ketika lupa rakaat sholat karena memikirkan dunia. sedangkan dia tau, dia sedang berhadapan sama pencipta-Nya.”
gua tipe orang yang males sama konflik sebenernya.. tapi ada beberapa moment gua harus berperan antagonis supaya orang itu sadar perilakunya itu ga bagus
bukti paling valid kalo kamu ada di hubungan yang aman itu bukan pas lagi seneng-senengnya, tapi pas kalian lagi berantem hebat. tetep bisa ngeluarin unek-unek tanpa ada rasa takut sedikitpun kalau besok bakal ditinggalin. knowing they won't walk away when things get hard is the highest level of security.