dari dulu paling males kalau ngerjain proyek pemerintah. kebanyakan meeting, bayar lelet kaya siput, banyak mau juga lagi. meeting bukannya bahas kerjaan malah bahas yang ga penting. maunya murah, udah dikasih harga bottom nawar lagi hadeuhhhh pusing main sama proyek pemerintah
hati-hati kalau ditawari kerja proyek AKMIL (Akademi Militer) Magelang:
- katanya pembayarannya ribet, ada yang sampai 1 bulan belum dibayar
- pembayarannya molor/telat terus-menerus ("koyok kolor" = kayak karet, elastis/molor)
- dia bilang banyak korban dari daerah Tegal, Brebes, dan Purwokerto yang belum dibayar
@realmadridindo1 si cucu kaya aloy jir, langsung klarifikasi. tapi lucu juga pemain argen provokatif semua, bukannya cari tau langsung minta VAR wkwkwkwkw
Di era di mana publik distrust sama pemerintah, branding sebagai orang dalam (Eks Menkeu) yang tobat dan jadi voice of reason adalah komoditas paling mahal, dan ini dimanfaatkan sama dia.
Netizen merasa menemukan pahlawan, padahal mah ini kan cuma manuver personal branding dia aja π
Di tengah lautan konten prank, joget TikTok, dan drama artis, siapa pun yang bisa bicara tenang, memakai kacamata dengan cinematic visual lalu membahas filosofi dan membedah ekonomi makro, sudah otomatis mendapatkan Smart Halo Effect.
Apa itu Smart Halo Effect? Ini terjadi ketika seseorang terlihat cerdas atau expert di satu bidang tertentu, audiens secara otomatis dan gak sadar mengasumsikan bahwa orang tersebut jenius dan valid di semua bidang.
Makannya gak heran kalo disebut nabi Gen Z π€£
Salah gak? Kalo dari sisi creator, selama seorang kreator menyajikan data yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menyebarkan hoaks, dia pada dasarnya hanya sedang mensupply kebutuhan pasar aja.
Kreator baru bisa disalahkan secara moral jika dia sadar penuh memiliki Smart Halo Effect ini, lalu sengaja menggunakan power-nya untuk hal-hal problematik.