You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
prabowo: "kenapa saya ingin jadi presiden? karna saya sudah lihat dari tahun 90-an indonesia menuju arah yg salah"
sekarang malah tambah salah lagi wo 😭
Hampir 40 tahun Lisensi Dunkin’ Donuts di Indo,
(dulu dipegang PT Dunkindo Lestari) abis di 2025
Mereka nggak lanjutin kontrak,
bikin brand sendiri namanya D2 Donuts
Dunkin' nya tetep ada,
dipegang PT Diamonds Donuts Internasional
Jadi BUKAN rebranding ya
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Abaikan hiasan dinding kantor seskab.
Fokus ke caption tweet kemensos. it's very concerning.
Menteri ngucapin terima kasih ke Seskab (eselon 2) krn meluangkan waktu untuk menerima laporan perkembangan pekerjaan.
Menteri lapornya ke Presiden lah. Seskab mah sekretaris biasa.
Ini seskab jadinya selevel wapres bahkan lebih.
Berapa banyak missing information selama ini yg terjadi karena menteri di-gatekeep ga bisa lapor langsung ke presiden?