Niat Asika untuk menyapa @weistereia ciut, melihat wajah pacarnya yang sedikit redup. Ada masalah yang tidak bisa diceritakan?
Ia penasaran, tapi takut juga.
"Mocchan?"
@weistereia Asuka dengar tentang berita itu, namun apa daya ia tak sempat menghadiri prosesi. Hanya kehangatan fana yang bisa ia berikan pada Sato, berharap sedih yang membelenggu sedikit teringankan.
"Pasti sakit, kan itu mama Mocchan." Apa yang harus ia katakan? Asuka ingin menghibur, +
@NOROSHl Nanti pindah kepemilikan dong! Kakak mau kerja sama aku? ( ╹▽╹ )
Ya habis kakak sekarang kayak orang tua yang lagi punya rahasia sih, terus ngga mau ketahuan.
@NOROSHl Hmm... Karena narik uang dari orang yang lagi sedih itu ngga baik, khusus besok gratis deh. Gantinya traktir aku boba aja, ya? Hehe.
Eng... padahal umur kita ngga beda jauh tapi kenapa rasanya kakak tua ya? (˘・_・˘)
@weistereia "Mocchan...."
Suaranya kecil, hampir berbisik. Entah apa yang membuatnya melakukan apa yang ia lakukan, namun tangannya terulur dan menarik pacarnya ke dalam dekapan.
"Sakit?" Tidak jelas maksud dari pertanyaannya, namun ia yakin Sato paham. "Aku di sini, kok."
@weistereia Dipeluk oleh kekasihnya sendiri memang salah satu hal terbaik yang pernah ia rasakan. Lihat saja wajah Asuka yang ronanya sudah memerah mirip sirup stroberi yang dijualn di toko-toko. Pelukannya pun erat, enggan dilepaskan. "Mocchan! Aku kangen Mocchan! Saaaangat kangen!"
@weistereia "Habis kalau Mocchan makan itu gemaaaas!!" Ponselnya diletakkan di samping. Kedua tangannya sibuk mengusap pipi pacarnya, kemudian diberikan kecupan pada setiap sisinya.
"Soalnya kalau Mocchan makan, Mocchan kelihatan bahagia. Hehe, aku ikut bahagia!"
@weistereia "Ini!" Terpampang jelas di layar ponselnya hamster yang tengah memakan makanan, seketika terguling karena kaget. "Lucu kan? Hehe, hamster lucu! Apalagi pipinya kalau penuh makanan!"
Semakin dilihat Satou, semakin sadar Asuka akan satu hal. "Mocchan mirip hamster ya?"