Servis segala jenis kerosakkan Laptop/PC anda sekitar johor bahru/pasir gudang
FREE cod cas untuk pelajar universiti !!
RT untuk rezeki saya.Terima kasih
Fun fact tentang Ya'juj dan Ma'juj.
Dalam manuskrip kitab Tuhfatul Ajāib wa Thurfatul Gharāib tulisan Ibnu Atsir Al Jazariy w. 640 H disebutkan:
Yajuj Ma'juj sekarang dikurung di sebuah gunung bernama Qarnaba. Gunung ini bukan gunung biasa. Bentuknya tegak lurus, mustahil didaki, diselimuti salju yang tidak pernah mencair, dan kabut yang tidak pernah hilang.
Seolah-olah… ini memang diciptakan untuk menjadi “penjara alami”.
Yang lebih aneh lagi, di gunung itu disebutkan ada ular-ular raksasa dan makhluk melata besar. Hampir tidak ada manusia yang bisa selamat kalau mencoba naik.
Dari seribu orang, mungkin hanya satu yang kembali dan itu pun membawa cerita aneh:
Katanya, di balik gunung itu… ada api yang sangat besar.
Lalu bagaimana dengan Ya’juj dan Ma’juj sendiri?
Disebutkan bahwa mereka awalnya adalah dua saudara, yang kemudian berkembang menjadi bangsa besar. Mereka dikenal sering menyerang, merusak negeri-negeri, dan membinasakan manusia di sekitarnya.
Sampai akhirnya datang seorang raja besar: Dzulqarnain.
Tapi ada satu detail menarik yang jarang dibahas... Ternyata tidak semua dari mereka jahat.
Ada kelompok yang menolak kerusakan itu. Mereka bahkan mengadu kepada Dzulqarnain, menyatakan bahwa mereka tidak sepaham dengan kaum perusak tersebut. Dan Dzulqarnain… membela mereka.
Kelompok yang baik ini dibiarkan hidup di luar. Sedangkan yang merusak dikurung di balik tembok.
Deskripsi fisik kaum perusak ini juga tidak biasa: tubuh mereka pendek, wajah sangat bulat, telinga panjang menjuntai sampai bahu, dan suara mereka seperti siulan. Seolah-olah… bukan manusia seperti yang kita kenal.
Ekspedisi Salman At Tarjuman
Lalu bagian paling mencengangkan dari kisah ini adalah ekspedisi seorang utusan khalifah Abbasiyah bernama Salam at-Tarjuman.
Ia dikirim untuk melihat tembok itu secara langsung.
Perjalanannya bukan main-main: dua tahun lebih. Melewati wilayah berbau busuk selama berhari-hari, melintasi daerah kosong tanpa kehidupan selama sebulan penuh.
Sampai akhirnya… ia melihat tembok itu.
Sebuah pintu raksasa dari besi, sangat tinggi, dilapisi tembaga cair, dengan gembok dan kunci yang ukurannya luar biasa besar. Ini bukan sekadar tembok. Ini seperti benteng super yang dibangun dengan teknologi luar biasa pada zamannya.
Dan ada satu ritual yang terus dilakukan…
Setiap hari Jumat, para penjaga datang membawa palu besi besar, lalu memukul pintu itu hingga bumi bergetar.
Tujuannya?
Agar Ya’juj dan Ma’juj tahu… bahwa mereka masih dijaga. Setelah itu, para penjaga akan diam dan mendengarkan. Dan dari balik tembok… terdengar suara gemuruh seperti petir.
Di sekitar lokasi itu juga ditemukan sisa-sisa pembangunan: alat-alat besi, bejana besar, bahkan seperti “bata besi” yang sudah berkarat.
Seolah-olah ini adalah proyek konstruksi raksasa di masa lalu yang belum bisa kita bayangkan sepenuhnya hari ini.
Nah... pertanyaannya sekarang…
Apakah ini fakta sejarah? Trus kalau memang bener² ada, dimana tempatnya?
Step-by-step register & isi e-Filing MyTax LHDN untuk first timer.
Memang mula-mula nampak pening, tapi sekali dah buat, next year tinggal log in, isi borang & update setahun sekali je.
Ini adalah thread 🧵
Nak letgo Dendeng Nyet, harga RM89.
Kami beli untuk majlis arwah, majlis cancel sebab arwah hidup balik.
Kami minta maaf sebab harga tinggi. Kami terpaksa cover balik kerugian kain kapan arwah.
Beratur 6 jam dari pukul 8.40 sampai 2.40 ptg. As claimed customer bleh beli unlimited pcs. Tpi disebabkan PS dtg awal, dierang yg dpt sapu dulu and end up cust yg beratur lama dpt beli limited 2pcs per flavor je.
Dah la tempat dialisis ni je laluan yang ada. Kau parking macam cibai,parking dekat tempat OKU pulak. Menyusahkan orang la cibai mampos aku tak tutup plat ko
Salam, sesiapa yang kenal owner Honda Civic QLE 5797, can you please send this video to him/her ? Kejadian di traffic light depan Menara U, Shah Alam jam 4.05pm
“Sebelum ini dia pernah juga dibuli, namun saya dinasihatkan untuk menyelesaikan perkara itu dengan baik dan tidak mendakwa si pelaku," - bapa mangsa buli.
Kepada ibubapa, dengarlah rintihan anak-anak. Kes buli mesti dilapor kepada polis. No such thing ‘selesai cara baik’.