Pada 20 Mei 2026 kemarin, Tim advokasi untuk Keadilan Sumatera memasukkan gugatan warga atau citizen lawsuit kepada pemerintah atas bencana ekologis yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Simak tuntutan selengkapnya!
ini menarik. ada perusahaan mau hire marketing, nah ada dua kandidat satu dari Indonesia dan satu dari Malaysia
1. kandidat Malaysia yang bagus mintanya di atas budget
2. ada kandidat Indonesia yang ternyata lebih qualified dan minta gaji sama: SGD 2.5K
perusahaan akhirnya lebih suka kandidat Indonesia karena skill dan pengalamannya lebih bagus
masalahnya adalah dia bilang bayaran orang indo ini kemahalan padahal udah sesuai budget. kok bisa?
perusahaan biasanya pakai 3 logika
1. cost of labor
bukan "berapa value orang ini?โ
tapi โberapa rata rata orang dari negara itu mau dibayar?โ
Makanya banyak remote company punya salary band berdasarkan negara.
2. internal equity
kalau 1 orang Indonesia digaji jauh lebih tinggi dari tim Indonesia lain, bakal ada chaos internal (tapi gatau juga sih kalau yang ini)
3. purchasing power adjustment
perusahaan merasa SGD 2.5K di Jakarta sudah sangat tinggi dibanding di Kuala Lumpur
masalah lain juga muncul. talent Indonesia banyak yang strong,
tapi bargaining power-nya masih rendah dibanding negara lain
yang lebih parah lagi kalau orang indonesia minta gaji tinggi dianggap overpaid.
kalau minta rendah dianggap cheap labor
jadi menurut aku pribadi ini sebenernya bukan soal indonesia vs malaysia tapi bagaimana global market masih menilai talent berdasarkan geografi, bukan murni kompetensi