gk liat sih gimana dia bisa cb dr masalah ini. makin digali makin parah. belum lagi ke masalah kakeknya yg katanya parah juga... good luck deh ya mbak. soalnya ini bukan karna witch hunt, tp dia sendiri yg buat ๐ญ
Habis ayahnya Hayoung klarifikasi, malah makin dirujak sama knetz karena istilah yang dipakai
Ayahnya Hayoung kan cerita kalo kakeknya ini (buyutnya Hayoung) pernah kerja di Jepang & merawat Uichinwang,
putra Kaisar Gojong yang dikenal punya sikap anti Jepang. Sampe sini masih oke, tapi mulai aneh pas dia nyebut 1910 itu ํ์ผํฉ๋ฐฉ(penggabungan Korea - Jepang)
Masalahnya, istilah ํ์ผํฉ๋ฐฉ (han-il-hap-bang) dianggap terlalu halus karena seolah olah Korea dan Jepang bergabung secara sukarela. Padahal istilah yang dianggap tepat dari perspektif sejarah Korea adalah ๊ฒฝ์ ๊ตญ์น (Gyeongsul Gukchi) atau ๊ตญ๊ถํผํ, karena itu merujuk pada hilangnya kedaulatan Korea akibat aneksasi paksa Jepang. Sementara ํ์ผํฉ๋ฐฉ/ํ์ผํฉ๋ณ (han-il-hap-bang) adalah istilah yang digunakan Jepang untuk memberi kesan seolah olah Korea dan Jepang bergabung secara sah/sukarela.
Dan satu lagi yang disorot: ayahnya Hayoung mengutip buku karya Jeong Gu Chung (์ ๊ตฌ์ถฉ) untuk membela Ahn Sangho, padahal Jeong Guchung sendiri disebut tercatat dalam ์น์ผ์ธ๋ช ์ฌ์ (Daftar Tokoh Pro-Jepang).
Jadi reaksinya Knetz kurang lebih kek gini: "Lah ini lagi ngomongin sejarah kolonial Korea kok pakai istilah penjajah?"
https://t.co/NfHWvamyR8
https://t.co/6V27xZs3FZ
One year ago today, prominent journalist and Al Jazeera correspondent Anas al-Sharif was killed by an Israeli airstrike on a media tent in Gaza City.
He was 28 years old and had been receiving threats for reporting on Israelโs war crimes prior to his assassination.
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil ๐คฃ๐น
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! ๐
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! ๐ฌ๐๐ป
gaada tulisan buat apa, soalnya emang gak fix buat apa. random aja kalau mau nge-set alarm yg penting ud langsung ada angkanya. tp rata2 buat bangun tidur sih.