Ada yang spesial dari lagu tribun milik suporter PSS Sleman.
Bukan cuma soal nada atau seberapa keras dinyanyikan, tapi tentang makna di tiap liriknya.
“Setiap jejak yang kutinggalkan, menapaki harum kemenangan”
Kalimat ini bukan cuma tentang kemenangan di papan skor.
Tapi tentang perjalanan panjang yang dilalui bersama klub yang dicintai.
Tentang ribuan langkah menuju stadion.
Tentang perjalanan kandang ataupun tandang yang melelahkan.
Tentang hujan di tribun, suara yang habis karena bernyanyi, dan rasa bangga yang selalu dibawa pulang, apa pun hasil akhirnya.
Karena bagi suporter, setiap jejak yang ditinggalkan bersama PSS selalu punya cerita.
“Super Elja, lihatlah, kami datang di sini. Menemani, berjanji, kamu takkan sendiri”
Mungkin ini bagian yang paling menggambarkan arti loyalitas sebenarnya.
Di saat banyak orang hanya datang ketika tim sedang menang, tribun Sleman justru dipenuhi mereka yang memilih bertahan saat keadaan sulit.
Tetap hadir meski kecewa.
Tetap bernyanyi meski lelah.
Tetap berdiri walau klub sedang tidak baik-baik saja.
Sebab mendukung klub bukan soal siapa yang paling sering merayakan kemenangan.
Tapi siapa yang tetap tinggal ketika semuanya terasa berat.
“Bersamamu, semangatku tak akan berhenti”
Dan itulah yang membuat lagu ini terasa hidup ketika dinyanyikan ribuan orang bersama-sama.
Karena itu bukan sekadar chant tribun.
Itu janji.
Janji kalau sebesar apa pun masalah yang datang, PSS tidak akan pernah berjalan sendiri selama masih ada suara-suara yang setia bernyanyi di tribun.
“Dan pastikan kami s’lalu datang melihatmu menang”
Sesederhana itu harapan seorang suporter.
Datang ke stadion.
Bernyanyi selama 90 menit.
Mendukung tanpa henti.
Lalu pulang dengan rasa bangga karena klub yang dicintainya berhasil menang.
Karena sejatinya, sepak bola bukan cuma tentang pertandingan.
Tapi tentang rasa memiliki yang membuat seseorang terus kembali, lagi dan lagi, untuk satu nama yang sama: Super Elja.
#PSS #BCSxPSS
Bertahun menjalani, berkali kali jatuh bangun, di setiap goresan cerita dalam tiap tahunnya menjadi kekuatan untuk melangkah di masa-masa yg akan datang. Setengah abad, dan akan terus berlanjut, dengan jiwa yg selalu baru dan dengan cinta yg selalu sama✊🏻
#50thPSS#OraMuntir
#50thPSS 🦅
Satu dekade (2013–2023) bukan waktu yang singkat untuk SMBD tumbuh bersama PSS Sleman. Banyak cerita, memori, dan kebanggaan yang terajut di setiap serat benang jersey yang pernah dirilis.
Masih dalam suasana #50thPSS, sejenak kita bergeser melihat sepakbola Sleman dari sisi yang berbeda. Tentang harapan, doa, dan orang-orang yang ikut hidup bersama PSS🥹
“Sedikit Ruang Syukur” — tulisan terbaru dari Tonggos Darurat untuk menemani momen menuju 20 Mei, hari yang berarti bagi banyak orang yang bertumbuh bersama @PSSleman#PSS50th
Baca Selengkapnya:
https://t.co/BhOvA7xBK0
𝐅𝐎𝐑𝐄𝐕𝐄𝐑𝐌𝐎𝐑𝐄
𝑶𝒖𝒓 𝒍𝒆𝒈𝒂𝒄𝒚 𝒍𝒊𝒗𝒆𝒔 𝒇𝒐𝒓𝒆𝒗𝒆𝒓𝒎𝒐𝒓𝒆.
The anniversary compilation by Curva Sud Records — 50 years of PSS Sleman & 15 years of Brigata Curva Sud.
TURN IT LOUD!
⏳ 20 May 2026.
Sebuah kontradiksi ketika klub justru membuat konten tentang Pyrotechnic tetapi nantinya klub akan mendapat denda dari aktifitas itu. Tolong, gunakan hakmu untuk bersuara agar regulasi pyro bisa berubah. Sebab kita semua tahu bahwa the club loves pyro!
#PyroIsNotCrime
Jadi ingat.
A: Kok ra ning kuning wae,
B: saiki kuning okeh bocil e
Jika mau pindah tribun ya pindah aja jgn beralasan kaya gitu. Bocil itu akan tumbuh dan jadi supporter dewasa kok. Jgn malu berdiri bersama anak2 muda, jadilah jembatan untuk era selanjutnya. Ale!
Through every high and low, we never left. And you gave us this moment. Respect to every name written here. Thank you, thank you, thank you for making us proud!
WE’RE BACK!
Yoni Arseto
Peter Huistra
Ansyari Lubis
Demerson Bruno
Aditiyas Budi
Alifano Dwi
Andika Wahyu
Ega Gian
Gilang Ramadhan
Danial Al Fikri
Nur Dharma
Riko Arundito
Sigit Pramudya
Subardi
Tri Sabto
Veronica Vita
Yogi Suhendra
Felipe Chaves
Andre Croda
Kim Kurniawan
Cleberson
Lucao
Imam Fathurahman
Kevin Gomes
Arda Alfareza
Gustavo Tocantins
Nuri Fasya
M. Fariz
Redi Wamu
Jehan Fahlevi
Salman Al Farid
Saiful Djoge
Ichsan Pratama
Fachruddin
Junior Haqi
Riko Simanjuntak
Ferrel Arda
M. Kanu
Terens Puhiri
Yuniar Anif
Safaat
Ega Rizky
Relosa Rivan
Aziz
Zidan
M. Fahri
Claudio
Jajang Mulyana
Ahmad Arrafi
Dion
Figo Dennis
Irvan Mofu
Injai
M. Tahir
🫡🫡🫡🫡🫡
Ini baru satu kelurahan dan kelurahan paling selatan di Sleman. Semoga saat final kelurahan lainnya iri untuk mengadakan nobar.
Sumber video: IG Faroh_syfd