saat sepeda motor itu dan suaranya yang semakin deket dari jangkauanku, aku sadar kalau itu beneran 'dia'
dia dengan sepeda motornya yang dulu saat pulang kerja sering dan hampir selalu mampir ke rumahku buat cuman sekedar ngelepas kangen.. hahaha
tapi itu dulu...
deg..
aku ketemu dia di jalan yang dilewatin semua orang dan saat lagi ga ada harapan buat ketemu sama dia. sepasang mata aku yang udah notice 'dia' dari kejauhan dengan sepeda motor customnya yang sangat familiar di mataku
beberapa hari yang lalu coba buat ngelewatin tempat-tempat dimana biasanya ada dia disitu tapi ga ketemu sama sekali, dan ketika aku cuman lagi jalan yang dilewatin semua orang dan ga ada harapan buat ketemu dia..
aku selalu berharap, perpisahan ini bukan akhir dari semuanya, melainkan sesuatu yang kita mulai dari awal untuk menuju titik yang disebut "kembali ke rumah"
semua kalimat yang kamu ucapin di malem ini terasa berputar putar di otakku sekarang. dan dari semua ucapan kamu, aku ngerasa ada secerca harapan buat aku bisa bertemu dan memulai semuanya sama kamu dengan diri kita yang lebih baik.
he said "suatu saat kalau aku udah jadi pribadi yang lebih baik, aku akan cari kamu dan itu pasti. dan mungkin kita bisa balik dengan jadi yang lebih baik dan aku lebih serius"
aku inget ucapan dari dia adalah "kasih aku kesempatan buat kita masing-masing, aku gamau orang lain bantu nyembuhin luka yang seharusnya aku sembuhin sendiri. aku mau sembuhin diri aku, aku mau aku udah ga ragu sama diri aku sendiri, dan aku mau berubah jadi yang lebih baik"
ga ada orang jahat di hubungan kita yang udah selesai ini.
mungkin emang kita dua orang yang masih harus banyak belajar untuk mengerti diri sendiri, dan sembuh dari luka yang ada di diri kita sebelum kita memulai sesuatu dengan orang lain.
nyatanya aku yang mencintai dia, aku yang punya semua alasan kenapa aku bisa jatuh hati sama dia. aku menerima semua yang ada di diri dia dan itu sampai sekarang.
tapi bagi aku, mungkin memang aku beban yang paling mudah untuk di lepas bagi dia.
dia juga lagi bertumbuh...
dia juga besar di kehidupan yang ngebuat dia sampai jadi pribadi yang seperti ini...
dan mungkin, dia mulai ragu dengan diri sendiri. dia ragu gabisa ngasih kebahagiaan itu terus buat aku, dia mulai ga yakin dengan dirinya, dia takut mengecewakan aku, dia takut ditinggalkan, dan dia merasa kalau dia egois.
dia punya masalah tentang kepercayaan. jadi, bagaimanapun aku berusaha buat ngasih itu, itu bisa aja belum cukup buat diri dia.
karena yang harus diselesaikan adalah dia dan dirinya sendiri.
Peluk jauh untuk mereka yang sedang in a phase of trying to make peace with all the disappointment, without having to blame anyone for the pain theyโre feeling. Itu memang salah satu tahap paling berat dalam life, but trust me and believe, you will get through this.