in medieval and early modern Islamic cosmology, every zodiac sign has its own jinn
the jinn are a hidden species similar to the fae who live alongside humans
this is the jinn of Aries
a thread on each jinn of the zodiac-
Jangan kegocek opini di media meskipun datang dari peneliti senior evolusi manusia, pahami pelan² dari sumber primer/papernya.
Beberapa waktu lalu saya pernah cuit jangan tersandra oleh waktu pertemuan/kawin campur antara leluhur manusia modern Eurasia dengan Neanderthal untuk menjelaskan early sapiens di Asia Timur-Tenggara. Dua penelitian yang baru dipublikasikan di Nature dan Science memberikan gambaran tentang pertemuan (admixture event) tersebut.
Yang terbit di Nature menunjukkan satu peristiwa admixture, terjadi pada leluhur populasi Ranis di Jerman dan wanita Zlatý kůň, Czechia, dengan estimasi waktu admixture antara 45-49000 tahun lalu, lebih dekat ke 48000 tahun lalu. Namun, keturunan genetik dari Ranis dan Zlatý kůň tidak terdeteksi pada populasi saat ini. Artinya, hasil dari penelitian Nature ini peristiwa admixture tunggal tersebut tidak merepresentasikan keturunan genetik Neanderthal yang diwarisi seluruh populasi manusia di luar Afrika. Bagaimana bisa garis keturunan yang punah mewariskan keturunan Neanderthal?
Untuk menjawab itu, berpalinglah ke paper yang terbit di Science, yang menyisir peristiwa admixture antara Homo sapiens dan Neanderthal dari genome 300 manusia kuno dalam rentang waktu 45000 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa gelombang admixture terjadi sejak 50500 hingga 43500 tahun lalu. Ini bisa dimaknai bahwa ada banyak peristiwa admixture antara leluhur Eurasia dengan Neanderthal selama 7000 tahun. Karena segmen genome Neanderthal tidak banyak berbeda, bisa diduga selama 7000 tahun tersebut kelompok Neanderthal saat itu berkerabat dekat.
Perlu diingat bahwa 300 sample manusia kuno tersebut tidak mewakili Australasia karena sample yang hendak digunakan, yaitu wanita Leang Panninge, harus dikeluarkan dari analisis dengan alasan terlalu terkontaminasi, low coverage, dan memunculkan terlalu banyak noise. Bisa juga karena leluhur wanita Leang Penninge merupakan early sapiens yang tidak pernah bertemu Neanderthal, dan introgresi segmen Neanderthal-like dari salah satu orangtuanya sebenarnya hasil introgresi dari Denisovan melalui garis paternal yang Papuan.
Kembali ke keraguan adanya early sapiens pra-50 ribu tahun lalu di luar Afrika
Dalam pres rilis, tim peneliti mengakui keberadaan early sapiens pra-50 Kya yang harus diperlakukan sebagai populasi berbeda dari mereka yang bertemu dan kawin campur dengan Neanderthal (48000 tahun lalu, maupun selama 7000 tahun setelah waktu admixture). Tapi masih ada yang tersandra oleh satu peristiwa admixture yang terbit di Nature, dan diasumsikan mewakili seluruh peristiwa admixture yang terbit di Science.
Sebenarnya tidak perlu membuktikan keberadaan early sapiens pra-50 Kya di sini, karena permasalahannya hanya pada pencampuradukan dua hasil riset sehingga potensial membingungkan publik. Namun, saya coba kasih rujukan tentang bukti keberadaan early sapiens pra-50 Kya yang tidak bertemu dan kawin campur dengan Neanderthal.
Penelitian Laurits Skov et al. (2023) mengidentifikasi ada empat belas common haplotype berukuran panjang yang dimiliki oleh semua populasi non-Afrika saat ini. Haplotipe ini, dirujuk sebagai extended common haplotype (ECH), tidak terdeteksi jejak keturunan campuran Neanderthal, dan menyebar melalui seleksi positif yang kuat dari populasi manusia yang tidak bercampur dengan Neanderthal
Ust'-Ishim memiliki 9 ECH dari 14 region paling ekstrem, mendekati rata-rata 9,7 di antara orang Eurasia saat ini. Jumlah ECH yang dimiliki oleh manusia Ust'-Ishim menyiratkan bahwa sebagian besar ECH telah terseleksi dengan frekuensi tinggi 45000 tahun lalu.
Asal-usul ECH dari Asia/Australasia dan adanya pergantian populasi juga konsisten dengan observasi bahwa ECH tidak hanya menggantikan keturunan campuran Neanderthal di Eurasia barat tetapi juga campuran Denisovan di Asia. Jika hipotesis ini benar, wilayah yang disapu mewakili satu-satunya haplotipe yang tersisa dari early sapiens Eurasia yang tidak kawin campur dengan Neanderthal
Tahu gak warna permukaan benda 🌈 bisa ngefek ke nyaman termal tubuh kita? 👕👖
Di Fisika Bangunan ada konsep pantulan sinar Matahari ☀️ dari sebuah benda bernama Albedo, nilainya 0 sampai 1, arti Albedo gini:
- 0, sinar Matahari diserap 100%
- 1, sinar Matahari diserap 0%
Kenyataannya, jarang permukaan benda hasilkan Albedo ekstrem 0 atau 1 bisa jadi 0,1 atau 0,9 aja
Sebagai contoh aspal jalan raya 🛣️ yang baru jadi warnanya cukup hitam pekat kan? Nah itu kira-kira Albedonya 0,1 gak sampai 0 banget
Lama-kelamaan aspal tadi pori-porinya terisi debu lalu jadi agak coklat tapi masih gelap.. yaa naik dikitlah Albedo jadi kira-kira 0,15-0,20
Terus contoh lain lagi, pernah lihat foto 🕋 Masjidil Haram dari langit? Putih banget gak tuh! 🤍
Ternyata lantai di Komplek 🕌 Masjid Al Haram dan 🕋 Kakbah adalah Marmer yang berasal dari Thassos, kepulauan Timur Yunani dekat Kavala di Laut Aegean
Marmer ini punya nama lain "snow white" ❄️ karena karakteristik Fisikanya yang sangat reflektif terhadap cahaya dan amat rendah menyerap panas
Hikmah lain lagi adalah warna kain ihram yang dipakai jamaah Umrah dan Haji ternyata warna PUTIH!
Menghadapi alam gurun padang pasir 🏜️ yang terik harus disiasati dengan Sains dan Teknologi ya guys
Trust me, it works!
Nah gara-gara konsep Albedo ini, coba lihat sekeliling.. permukaan benda apa yang gelap dan buanyak di sekitarmu?
Kalau kamu tinggal di kota, kataku sih yang paling banyak yaa aspal jalan raya tadi
Karena isi kota kita kebanyakan jalan raya aspal tanpa peneduh pohon 🌳 lama-lama kota kita terasa makin panas, ini pernah ditwit terpisah tentang Urban Heat Island Effect 🥵
Intinya, kota makin tidak ramah manusia kalau makin ramah kepada mobil dan motor, hehehe 😄
Dan mengingatkan Maret ke April menandai peralihan musim di Indonesia, dari penghujan ke kemarau. Misal 20 Maret 2024 kemarin, Matahari tepat lewat di atas garis Ekuator Indonesia, nyebrang dari Selatan pindah condong ke Utara
Efeknya apa? di Eropa sebelum Maret dingin, lalu berubah di April dan seterusnya jadi semakin hangat karena Matahari bergerak semu dari Selatan ke Utara. Efek ke Indonesia yaa tetep panas lembab sih.. sadar diri aja emang Iklim Tropis ya gitu-gitu aja! ♨️
Okay, personal takeaway dari postingan ini apa?
Saya ingin temen-temen bisa pakai konsep Albedo ini waktu memilih warna baju dalam keseharian, sesimpel itu
Albedo memang ada rumus Fisika, tapi practicality-nya sederhana banget, Fisika itu bisa aplikatif
Lalu dicoba dan dirasakan.. untuk aktivitas siang hari terutama di luar ruang ada baiknya pilih baju warna cerah atau putih sekalian
Sementara itu untuk temen-temen pembaca dari negara Subtropis bisa pilih jaket, sweater, dan baju gelap saat Autumn/Winter/Spring
Meski Matahari di Subtropis lewat cuma 30 menit, hangatnya itu enak banget, bisa dimaksimalkan dengan pakaian ber-Albedo rendah
Postingan kayak gini masih gratis, gak ada affiliate link dan promo apapun.. saya nulisnya niat banget berbagi ilmu semoga masih bisa nyempil jadi selingan di antara trending isu Ricis sekeluarga 🙏
Moga kita dihindarkan dari ujian yang tidak mampu dihadapi 🤲 aamiin~
Salam sejuk, nyaman, dan sehat~ 🫰
FW | OPEN CALL
Become a Fakewhale artist.
▪️ Dedicated Curatorial Activities
▪️ Endorsed FW CROSS Releases
To Apply: share your work below & retweet
Deadline: April 21st // 12 am ET