fathimah azzahra:
temen-temen mahasiswa diam dulu, saya tidak ingin ada kericuhan. ketika kepolisian menggunakan mokomnya, kita harus diam karena kita harus mencontohkan kepada mereka menghargai orang lain. dan kedua selain mencontohkan, saya ingin mendengar bagaimana mereka dalam berorasi
Oh iya, meskipun Indramayu dikategorikan lumbung kemiskinan, angka di bbrp produk consumer goods (ga bisa dipukul rata) kota ini jauh lebih besar drpd Kuningan, Majalengka, Sumedang, Subang, dll. Gitu2 orang Indramayu sbnrnya fomo belanja dan ga enakan.
Di exit tol Cikedung ada banner segede gaban tulisannya "Ayo investasi di Indramayu" . Pertanyaan gue, apa kira2 yg bisa diinvestasiin di Indramayu?
Klo visit ke Patrol aj, beuhh jauh gila. Dari Subang ke Pamanukan dlu. Dari Cirebon lewat Pantura, dari Cikedung lewat Haurgeulis
Gue mau bahas dari sisi lain ya.. dari segi struktural..
Indramayu itu ga pernah kaya..
Indramayu dari dulu itu lumbung kemiskinan di Jawa Barat.
Per tahun 2009-2014, sebelum Tol Trans Jawa, rata rata kemiskinan di Indramayu itu 14-18%
Salah satu yang tertinggi di Jawa Barat
Pasca Tol Trans Jawa, memang kemiskinan turun, tapi tetap aja masih tertinggi di kabupaten lain di Jawa Barat.
Munculnya Tol Trans Jawa itu memang mematikan Indramayu. Membuatnya jadi lebih parah.
Karena gerbang tolnya jauh banget dari pusat kota Indramayu. Bisa 1 jam lebih. Walhasil, orang juga malas kesana karena akan nambah perjalanan.
Beda sama Tegal yang masih hidup. Ya gimana, jaraknya ke gerbang tol cuman 15 menit.
Tegal pun masih jadi daerah transit karena masih banyak orang yang ke daerah Banyumas dan Yogya ya harus keluar dari exit tol Tegal.
Jadi.. masalah Indramayu itu ga sekedar delayed gratifications sih..
Walau saya paham, poin penulisnya apa. Ini biar kita lebih komprehensif aja menilai sesuatu.
Jauhnya yg bikin cape gitu lho.. Oh iya, Jabar ini unik (kecualikan Bogor & Depok). Meskipun udh ada 3 tol utama, Cipali-Cikampek, Cisumdawu, dan Cipularang-Purbaleunyi tpi antar kotanya kaya belum terekspos kaya di Jateng dan Jatim. Kaya Kuningan. Majalengka, Tasikmalaya