cowok di sini 🙋🏻♂️
enggak susah kok, lihatin aja dulu. kalau dilihat balik sama masnya, senyum tipis aja. kalau masnya sopan sih paling dibalas. terus balik biasa. nah, ini tahap pertama.
berikutnya, kalau masnya melihat lagi ke arah sana, apalagi sambil senyum... nah. SIKAT KAK.
Ada cowo ganteng seberang gue, lagi baca novel dan menulis di buku ☺️
Tbtb penasaran, kalian pernah kenalan sama stranger karena tertarik physically dan pingin kenalan gak sih? Gimana cara mulainya kalau ke cowo?
@kudanielbintik ITU SUDAH UMPAN TARIK KAK 😭
udah samperin aja, ga usah mikirin topik, mau bilang, 'jarang loh lihat baca buku di sini' juga boleh, bebass.
cowok sopan tahu boundaries itu sudah, tinggal disikat secara asertif dan (( anggunly )) kak. langka ituuuu...
🙈
enggak salah sih. tapi juga, komunitas dan budaya itu berkembang dalam sistem kompleks, konstruksi dalam konteks. maka penting, "di mana bumi dipijak..."
atau, dalam versi intelektual, keminggris, tampak keren:
"do you want to be right, or do you want to do the right thing?"
Cium tangan dalam pasangan masih dilihat sebagai ‘love expression’ yang manis dan hangat. Padahal, di baliknya ada simbol relasi kuasa yang terus melanggengkan ketimpangan gender.
Menurut salah satu kontributor kami, alih-alih cium tangan, bercumbu justru lebih menghadirkan kesalingan dalam relasi. Kenapa?
Berikut kami rangkumkan penjelasannya.
@bubblegumdora sebaiknya jangan gegabah. nanti dia terinspirasi menjelajah DCU (Doel Cinematic Universe) lalu terpolarisasi team Sarah dan team Zaenab apakah sudah dipertimbangkan... 🫠
(beberapa jam kemudian)
baiklah, benar-benar adegan berbahaya untuk dilakukan oleh profesional. benar-benar force multiplier . . . ke arah konstruktif atau destruktif. bisa dua-duanya.
cuma alat kok itu. iya sih, alatnya level artileri atau ICBM, tapi tetap saja cuma alat. 😴
▪︎pakai AI agent buat baca source code, buat vibe coding bikin aplikasi ❌️
▪︎pakai AI agent buat baca file teks, markdown, PDF buat stress test ide, analisis, hipotesis bikin engineering strategy ✅️
(keisengan hari ini) (adegan berbahaya dilakukan oleh profesional)
▪︎pakai AI agent buat baca source code, buat vibe coding bikin aplikasi ❌️
▪︎pakai AI agent buat baca file teks, markdown, PDF buat stress test ide, analisis, hipotesis bikin engineering strategy ✅️
(keisengan hari ini) (adegan berbahaya dilakukan oleh profesional)
Titik dua (:) mengantarkan perincian. Titik koma (;) memisahkan bagian kalimat yang setara.
Titik dua bisa diganti dengan “yaitu”.
- Saya aktif di tiga medsos: X, Instagram, dan LinkedIn.
- Saya aktif di tiga medsos, yaitu X, Instagram, dan LinkedIn.
Titik koma bisa diganti dengan konjungsi.
- Saya aktif di tiga medsos; dia aktif di semua medsos.
- Saya aktif di tiga medsos, sedangkan dia aktif di semua medsos.
setuju aja sih. 'passion' tuh udah ga usah diomongin umur segitu . . .
. . . cukup dikerjain aja, ga usah banyak koar-koar, jujur sama diri sendiri. kalau beruntung mungkin dapat hasil lebih dari cukup keren.
merayakan hidup kok pakai parameter keberhasilan. mana mempan. 🙈
umur 30 ngomongin passion???
move on bro!!!
itu kira2 menurut adriano qalbi, kalau umur 30 masih ngomongin kejar passion ada yg salah sama diri lo, karna passion itu produk umur 20an.
akuin aja masanya udah lewat, umur 30 waktunya mengemban tanggung jawab, stop ngomongin passion2, udah kubur aja mimpi lo dalam2
85 persen orang tuh gak dapet apa yg diinginkan kok dan gpp jg tetep idup.
kamu setuju gak sama kata2 coki muslim cs ini???
a propos, secara fisika juga api biru mengindikasikan proses pembakaran yang lebih efisien, sisa bakarnya pun minim lebih bersih.
kalau api merah itu indikasi pembakaran tidak sempurna, meledak-ledak meninggalkan jelaga, bikin repot membersihkannya.
(mirip manusia juga, ya)
"kalau dulu kayak api merah di kompor. panas, meledak-ledak, berisik juga. sekarang lebih kayak api biru. semacam lebih tenang, stabil, tapi ya panas juga, kalau bukan lebih panas."
(aku, kepada kawan lama, dalam analogi temperamen terhadap konsep fisika pembakaran sempurna)
saya sudah semua 🙋🏻♂️
tapi cuma air putih di resto yang seringnya enggak. kalau bukan di warteg sih seringnya mahal juga, jadi ngapain. paling minum dari tempat sendiri atau sekalian aja pas di rumah.
(kadang aku sedikit bangga dengan diriku sendiri) (boleh dong)
adegan-adegan profesional (yang gak semua orang bisa) :
• menolak balas chat kantor di atas jam 8 malam
• berani cut off, padahal aslinya naksir berat
• duluin diri sendiri makan enak, baru berbagi ke yang lain
• milih cabut daripada stay sama kelakuan toxic
• masang alarm 1 aja tanpa mode snooze
• milih minum air putih di resto demi target 2L per hari
• berani resign hehe
dan sialnya gue gabisa semuanya 😭😭 anjirlah
we are just... having lower tolerance to bullshit, basically.
also, when we are used to being self-reliant (and kind of having fun with it), we don't really find the unnecessary mind games enticing. like, if having you around makes life worse, maybe... uh, no. hard pass.
🫠