Di saat seperti ini, kalau seseorang lagi cari rezeki, sekonyol apa pun, asalkan halal, jangan diledekin. Kalau seseorang sukses, doakan yang baik. Iri wajar, yang gak wajar itu iri dengki yang berujung nyinyir. Kita semua sama-sama berjuang. Gak perlu bikin konflik horizontal
PSIKOLOG INGIN SEMUA
BAPAK MENGETAHUI INI
1. anak MENANGIS itu butuh PELUKAN.
2. anak KETAKUTAN itu butuh GENGGAMAN.
3. anak MARAH itu butuh DIDENGARKAN.
4. anak TANTRUM itu butuh KETENANGANMU.
5. anak merasa GAGAL itu butuh VALIDASI USAHA.
6. anak BERTANYA itu butuh KONTAK MATA.
7. anak BERCERITA itu butuh ANTUSIASMU.
8. anak BERBUAT SALAH itu butuh ARAHAN (bukan teriakan).
9. anak CAPER (cari perhatian) itu butuh WAKTUMU 15 menit.
10. bapak RESHUFFEL kabinet itu artinya bapak mau masukin adiknya kerja untuk jadi satgas taman nasional
4 Hari Sebelum Ruam Muncul, Kalian Sudah Bisa Menyebarkan Virus Campak ke Orang Terdekat Tanpa Disadari!
Campak merupakan penyakit yang sangat infeksius karena masa penularannya sudah dimulai sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah munculnya ruam, sehingga penderita sering kali menyebarkan virus bahkan sebelum mereka menyadari bahwa mereka sakit. Bahaya utamanya terletak pada kemampuan virus yang bertahan di udara atau pada permukaan benda selama hingga 2 jam, di mana percikan dari batuk atau bersin penderita dapat dengan mudah terhirup oleh orang lain yang tidak memiliki kekebalan tubuh. Mengingat tingkat penularannya yang tinggi pada individu yang tidak divaksinasi, keterlambatan dalam mengisolasi penderita selama periode kritis ini dapat memicu wabah yang cepat dan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti pneumonia atau ensefalitis
dr. Ayman Alatas SpMK
(Spesialis Mikrobiologi Klinik)
"Nanti kamu saya bunuh kalau kasih tahu orang tua." Begitu ancaman pelaku ke korban yang masih kecil. Orang tua korban lapor polisi, malah dituntut balik 10 Triliun sama tersangka dan pihak Yayasan dengan pasal Pencemaran Nama Baik. Inilah yang dialami Yakob Sinaga. Anaknya yang masih kelas 1 SD diduga dicabuli oleh oknum di lingkungan Yayasan Perguruan Advent 14 Bekasi. Selain itu, menurut informasi yang didapat hak pindah sekolah anak dipersulit, dan keluarga korban justru dilaporkan balik! Pelaku belum ditangkap, tapi korban sudah dibungkam dengan relasi kuasa.
Pernah bantuin rombongan anak smp tektok di gunung kawi, konyolnya mereka tektok sudah melebihi ketentuan yang di tetapkan pihak basecamp. Tektok di kawi maksimal jam 12 siang harus sudah perjalanan turun mau apapun kondisinya entah belum sampe puncak atau masih kuat.
Di jam 5an sore gua ketemu sama rombongan ini yang sama sama turun menuju basecamp pas di labirin kebun kopi mereka neriakin gua "mas mas, tolong" akhirnya gua samperin dan dia ngomong "aku tadi liat jenengan di depan rombongan tak sahutin jenengan gak nengok, kok sekarang ada di belakang.
Dari situ aja gua udah sadar kalo mereka ini kecapean dan kekurangan logistik dan bener aja mereka udah 12jam lebih diatas tanpa persiapan yang memadai. Setelah itu mereka cerita kalo mereka di sesatin di labirin itu and bla bla bla. Gua cuma bisa iyain dan tenangin aja dan ngomong kalo kalian ini kecapean gaada hal mistis si sesatin sama setan lah. Dan beberapa ratus meter jalan bener aja ada yang pingsan (seperti di gambar) temen temennya udah panik dan ngira dia ini kesurupan dan diganggu setan karena kondisi gak kondusif ya gua bentak aja "ini tuh gejala hipptermia" oiya kondisinya juga lagi ujan gerimis dan suhunya turun. Bayangin mereka 12 jam diatas cuma bawa roti dan air seadanya dan gaada pakaian ganti kering. Setelah itu bikin tandu darurat pake trekpol dan pas dapet sinyal baru hubungin pihak basecamp.
Turut berduka kepada korban, dan mau mengingatkan gaada gunung buat pemula. Kalo kata @Dzawinur yang bikin kita hilang atau kenapa napa di gunung itu ketidaktahuan jadi persiapkan sebaik mungkin.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Turut berduka cita atas wafatnya Bapak Asih Widodo pada 21 Desember 2025. Sepanjang hidupnya beliau teguh memperjuangkan keadilan atas meninggalnya putra tercinta, Sigit Prasetyo, korban peristiwa Semanggi I 1998.