Banyak yang belum tahu kalau saat menjajah Kongo, para kolonis Belgia atas restu King Leopol II mempraktekkan kekejaman luar biasa.
Pribumi yg gagal penuhi kuota karet, tangan-kaki anaknya dipotong. Tanpa malu praktek biadab ini diabadikan lewat panganan coklat tangan Belgia.
Btw, Manjusri (Mañjuśrī) itu adalah salah satu Bodhisatva di agama Buddha yang dikenal sebagai simbol kebijaksanaan lhoo..
Biasanya kalau ga salah nih ya, Manjusri tu digambarin perwujudannya kayak anak muda yang bawa pedang menyala di satu tangan gitu dan kitab suci Prajnaparamita di tangan lainnya. Pedangnya jadi semacem simbol kalau kebijaksanaan tuh bisa “nebas” kebodohan, rasa bingung, sampai cara berpikir yang keliru. Nah kalau kitab yang dibawa ngelambangin ilmu dan pemahaman yang bisa ngebimbing orang2 ke pencerahan.
Makanya, Manjusri sering disambungin lah istilahnya sama orang-orang yang lagi belajar atau nyari ilmu, ya karena dianggep dia adalah lambang kecerdasan dan pikiran yang jernih gutu. Btw Di tradisi agama Buddha di China, namanya jadi Wenshu Pusa yak, kalau bodhisattva avalokiteshvara kan jadi guanyin pusa 😀
Nah di Indonesia sendiri, Candi Sewu dikhususkan buat Manjusri nih, bahkan nama asli Candi Sewu adalah Manjusrigrha alias rumahnya Manjusri 😀
Bukti bahwa pemerintah kita tolol. Bukannya ciptakan lapangan pekerjaan malah melakukan hal tidak berguna.
Berantas preman, kondusifkan iklim usaha, permudah birokrasi untuk usaha. MALAH REBRANIDIN NAMA.
TOLOL.
Astagfirullah hari jumat berkata kasar 🙏
mampir di tengah perjalanan pulang ke toko buku sani, tanpa membawa apa2 lagi
tapi silahkan bagi yang mau,
CUK - Vincent mahieu (100 k)
Potret manusia - M. Fudoli Zaini (50 k)
"Yang Mulia, maaf, yang Anda lihat bukan raksasa, tetapi hanya kincir angin," kata hambanya, Sancho Panza. Don Quixote tidak percaya pada kata-kata hambanya. Ia tidak melihat dan mengerti seperti hambanya. Ia membaca, dan bacaannya mengatakan,