❤ Daily reminder;
kalau dipikir-pikir ya, 'waktu' itu kan bukan milik kita. Allah pinjamkan 'waktu' supaya kita bisa gunakan sebagai penanda atau banyak lagi fungsinya.
tapi karna 'waktu', kita juga merisaukan banyak hal. dan salah satu sebab banyaknya tangis di malam hari.
kita lihat orang lain yang usianya sama dengan kita, apa yang dimakan sama, bahkan latar belakang pendidikan juga sama. tapi kok lebih makmur, ya?
makin bertambah usia, makin risau kita karna lihat orang lain makin berjaya. apa yang salah? menurut kita, semua yang mereka lakukan dan jalani kurang lebih sama aja kaya yang kita terapkan :(
kita anggap gitu karna kita merasa, kalo mereka lakukan satu hal dan kita juga melakukan hal yang sama, hasilnya harus setara.
padahal ga gituu :)
tiap kita punya waktu dan gada yang telat, tertinggal atau tertunda. semua berjalan dengan baik.
Allah ga mempercepat atau memperlambat hak kita teman-teman.
Allah pasti ngasih apa yang kita butuhkan di waktu yang paling tepat, disaat kita udah pantas dapat itu.
'kak asta, ini waktu yang tepat. lihat aku, udah terseok, belum datang juga pertolongan Allah'
gabole berpikiran gitu lagi yagesya, walau dalam kondisi terpuruk parah, aku pun pernah terlintas pikiran gitu.
menurut kita ini waktu yang pantas, tapi menurut Allah belum. kadang, ada banyak hal yang harus dibenahi sebelum kita dapat apa yang kita butuhkan. dan Allah maha bijaksana atas itu semua.
Allah lebih tau, sedangkan kita engga.
satu waktu aku pernah berdagang, tiap hari harus pulang larut, hasil yang didapat ga seberapa. tapi cukup.
tapi ketika waktunya tepat, aku butuh uang, sedikit usahaku, besar hasil yang didapat. malah melimpah ruah.
jadi, jangan lagi khawatir.
apa yang menjadi hak kita, kepunyaan kita, bakal mencari kita, kemanapun kita pergi, di waktu yang tepat.
ingat, Allah maha bijaksana dan maha adil untuk tiap persoalan yang kita butuhkan.
yourpal,
jellypastaa.
Pesan emosional Lionel Messi untuk sang ayah. 🥺❤️
“Ayah, aku masih tidak percaya Ayah sudah pergi. Rasanya masih belum benar-benar masuk ke pikiranku, atau lebih tepatnya, aku memang tidak ingin menerimanya. Sulit sekali bagiku membayangkan bahwa aku tidak akan pernah melihat Ayah lagi, bahwa kita tidak akan pernah berbicara lagi. Aku tahu Ayah sedang menderita dan mungkin ini yang terbaik, tetapi Ayah pergi terlalu cepat. Masih begitu banyak hal yang seharusnya bisa kita nikmati bersama.
“Ayah terus memintaku untuk bermain di satu Piala Dunia terakhir, dan hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisi Ayah justru memburuk. Itu adalah pertama kalinya Ayah tidak akan berada bersamaku di sebuah turnamen, tetapi Ibu terus mengatakan kepadaku bahwa Ayah akan membaik dan cukup sehat untuk melakukan perjalanan. Aku terus mengatakan kepada Ayah bahwa kami akan mencapai final agar Ayah bisa datang.
“Setelah setiap pertandingan, aku selalu menunggu dan merindukan pesan dari Ayah. Saat itulah aku menyadari betapa seriusnya keadaan ini. Meski begitu, aku tidak bisa berhenti berpikir untuk melangkah sejauh mungkin, agar Ayah punya lebih banyak waktu dan kesempatan untuk menyaksikan salah satu pertandingan.
“Kami berhasil mencapai final, tetapi Ayah tidak bisa berada di sana. Aku ingin memenangkannya agar aku bisa membawa pulang trofi itu untuk Ayah dan menunjukkan satu trofi lagi kepada Ayah. Tapi aku tidak bisa. Kakiku benar-benar sudah tidak mampu lagi. Kali ini aku mencoba memaksakan diri melampaui batas yang sanggup ditanggung tubuhku, tetapi aku tidak mampu. Aku tidak pernah berhasil merasa benar-benar bugar secara fisik.
“Ketika aku kembali, Ayah mengira kami kalah di final melalui adu penalti. Kami tidak bisa membicarakan apa pun yang telah terjadi. Ayah tidak mampu menikmati semua itu. Kami memang tidak menjadi juara, tetapi Ayah tidak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, Ayah benar: aku harus berada di sana dan bermain di turnamen itu.
“Aku menceritakan semua ini kepada Ayah karena hanya hal inilah yang tidak pernah sempat kita bicarakan. Untuk hal-hal lainnya, Ayah sudah tahu semuanya. Kita berbicara setiap hari dan bertemu setiap kali kesibukanku memungkinkan.
“Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpa Ayah. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup. Sepanjang hidupku, yang kulakukan hanyalah bermain sepak bola, dan sekarang aku benar-benar ragu apakah aku akan terus melakukannya lebih lama lagi. Ayah selalu berada di sisiku sejak awal, dan tinggal sedikit lagi sampai semuanya berakhir. Mengapa Ayah tidak bisa bertahan sedikit lebih lama agar kita bisa menyelesaikannya bersama?
“Aku tahu kebahagiaan Ayah berasal dari melihat keluarga Ayah baik-baik saja, istri Ayah, anak-anak Ayah, dan yang paling utama, tanpa diketahui orang lain, dari melihatku bermain.
“Memang selalu seperti itu sejak aku masih kecil. Ayah mengantarkanku ke setiap sesi latihan begitu pulang kerja. Ibu juga sering mengantarkanku karena Ayah harus bekerja.
“Dan tentu saja, Ayah tidak pernah melewatkan satu pertandingan pun. Betapa Ayah ikut menderita ketika melihatku bermain, dan betapa Ayah menikmatinya, meskipun Ayah tidak pernah terlalu banyak memberikan pujian kepadaku.
“Ayah adalah ayahku, sahabatku, sekaligus perwakilanku. Ayah selalu tahu persis harus menjadi sosok seperti apa dalam setiap keadaan, dan Ayah tidak pernah salah tentang apa pun. Meskipun terkadang kita bertengkar atau berbeda pendapat, Ayah selalu benar. Pada akhirnya, semuanya selalu berjalan seperti yang Ayah katakan.
“Aku akan sangat merindukan Ayah, tetapi Ayah akan selalu hadir dalam hidupku, terutama dalam caraku membesarkan anak-anakku, karena aku mengajari dan membesarkan mereka seperti Ayah dan Ibu membesarkanku.
“Beristirahatlah dengan tenang dan jagalah kami dari atas sana, seperti yang selalu Ayah lakukan ketika masih bersama kami. Terima kasih untuk segalanya.
“Aku mencintaimu, Ayah. ❤️”
halo min @OfficialRCTI
Kalau kamu mau cancel Kim Soohyun, ini aku kasih rekomendasi aktor/aktris Korea yg bisa kamu undang.
1. Ji Changwook, udah sering ke Indonesia, terbaru bangun sekolah PAUD di NTT.
2. Ahn Hyoseop, udah sering ke Indonesia juga, terkakhir main ke Bandung.
aku pernah dibilangin sama temenku, kalo lagi ngerasa kosong / lost spark tuh kuncinya mesti punya CURIOSITY terhadap sesuatu.
dari hal yang simple misalnya tertarik ngulik soal tontonan film atau series, belajar suatu informasi yang baru, atau explore lagi hobby yang sempet ketunda…
tapi paham juga sih, untuk bisa “punya” curiosity ini adalah sebuah privilege… bisa punya banyak waktu luang untuk explore sesuatu aja udah hal yang mewah buatku.
one thing i learned from being sad is you just have to feel it and once you’re done, you just need to go out of the room because life is so much bigger than the room you’ve been living in. trust me, it works.
belakangan ini lagi sering touching grass and i just realized how common AI generated shits irl... iklan layanan masyarakat on big ass screen, banner kedai/warung, flyer/spanduk event, 'foto' makanan di menu resto, dll.
CAN WE STOP?????