Day 35 — the D-Day
Ya Allah, mohon teramat sangat, janganlah Engkau jadikan penguasa atas kami bangsa Indonesia 🇮🇩 orang-orang yang tidak punya rasa takut kepadaMu dalam urusan kami dan tidak pula menyayangi kami 🤲😭
Ketika memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Iblis, sadarilah bahwa Neraka, Siksa Kubur, dan segala kesengsaraan dunia menanti Anda.
Tugas saya untuk mengingatkan sudah saya tunaikan.
Semua udah ada rumusnya, kita tinggal memasukan variabel-variabel yang ada. Dan jawaban yang benar akan dapat kita dapatkan dalam setiap persoalan jika kita mengatasi dengan rumus yang benar pula. Cause every question has their own answer.
Orang demonstrasi, malah diintimidasi. Orang protes, malah hukuman yang diproses. Orang kritik, diremukkan kayak kripik. Aspirasi bukannya ditanggapi dengan bijak, malah akun medsosnya dibajak. Jauh sebelum pandemi menyerang, negeri cantik ini sudah lama sakit. Tetap sehat, Kawan
Sekali lagi, tak ada hubungan antara mempermudah investasi dan lapangan kerja. Jangan terkecoh dengan nama RUU Cipta Kerja.
Sawah yang dibiarkan tetap sawah, juga menyerap tenaga kerja. Hutan juga sama. Laut yang dibiarkan malah lebih banyak yang bisa hidup, daripada yang rusak.
Kejahatan itu terjadi ketika orang-orang baik tidak melakukan apa-apa atau diam. Silence in front of the oppression is a crime (diam di hadapan kezholiman adalah kejahatan. Setuju? @ Queens, New York https://t.co/wEio2RKvYa
Nagri urang teh nagri beunghar, mangpirang-pirang sumber daya alam, cai cur cor. Tos sakedahna rahayatna ma’mur, nagrina kuat. Kabedol ka handap: Feodalisme, Pulitik duit, pamingpin nu lemah visi, lemah karakter & kamampuan mingpin nu atah pisan. Hayu urang robih sasarengan 🙏