@bajutiduur Saya pernah jadi dosen di sebuah PTS. Dosen senior membuat grup lulusan PTN dg segala agenda yg ga begitu guna utk karir dosen. Sbg satu-satunya orang di fakultas yg lulusan kampus LN, saya minggir. Ada untungnya juga ga lulus dr PTN, ga perlu arisan & ribet dg agenda grup.
@umey_adzli@UkkasyahUk25234@Asura0599 Satu bahasa di sumpah pemuda lebih nyari “lingua franca” utk ratusan bahasa daerah sih. Bhs Belanda lbh ke internasionalisasi. Klo diturut dr sejarah, pemerintahan demokrasi terpimpin Soekarno lebih condong ke Rusia & ada sentimen ga baik dg Belanda. Makanya bahasanya ga dipupuk
@UkkasyahUk25234@Asura0599 Penjelasan sederhanya ya krn politik etis mereka ketemu feodalisme hierarki leluhur kita. Kan dulu ada sekolah, tapi yg boleh sekolah para pejabat pribumi. Pejabat pribumi ini ga mau ngasih ilmu ke kasta yg lbh rendah.
@enakbener@Asura0599 Pelajaran di sekolah hanya berdasarkan buku endorse dr pemerintah. Nah, setiap buku dr pemerintah, pasti ada sensor & agenda utama. Agendanya numbuhin patriotisme tanpa pikiran kritis supaya rakyat gampang digerakkan & nurut apa kata mereka.
@Anggun_Cipta Dengan dalih "berhak cancel orang," sebagian orang membenarkan segala cara tanpa sadar terjebak dalam sesat pikir. Coba tengok prinsip hukum Non-Retroaktivitas dan Ex Post Facto Law. Lebih lucu lagi, mereka tak terima bahwa perang itu bagian dari politik.
@AyuBlossom1@Anggun_Cipta Emang apa salahnya kalau public figure nggak koar-koar dukung pihak tertentu?
Warga nggak bisa mikir sendiri dan nalar pakai kepala sendiri kah? harus nunggu arahan dari public figure harus ngapain?
@AyuBlossom1@Anggun_Cipta 1. Jika mau protes soal Israel & Australia (yg notabene di luar kawasan Eropa), tapi masuk Eurovision, akan lebih tepat arahkan protes ke panitia admisi, bukan pada Anggun.
2. Event yg dikomentari terjadi sebelum penyerangan 2023, jadi knp baru ramai sekarang?
@adp1530@lambepaklurah PhD dari mana?
Bukannya pendidikan dia sampai master jurusan psikologi?
Sebutan "doktor" dia diberikan organisasi pesulap. Sama kayak Dr Dre di mana predikat doktornya ga ada hubungannya dengan gelar akademik, cuma sebutan komunitas saja?
@6959milesapart@dunkiiindunme@iniinainuin Pola pikir dia lucu sih 😂😂😂
1. Percaya ain, tapi pacaran. Itu aneh banget. Pacaran aja terang-terangan dilarang agama. Sementara posting, kan klo tujuannya edukasi, bukan riya’ bisa dihitung ibadah.
2. Perilaku nyetirnya yg ga bener, tapi yg disalahin ain.
@kopiearen @collegemenfess Kan di Scimago ngelist dr yg ga Q sampai Q1. Dari jurnal yg dinaungi Elsevier sampai Web of Science.
Pembuat indeks Scopus adl Elsevier. Klo mau cari kepastian terindeks scopus/ga ya di webnya Elsevier
@convomf Bisa dilaporin ke dekan & HR kampus dengan menyertakan link video dan bilang concern gitu. Perlu adanya petisi juga buat nunjukkin keberatan. Klo ga gitu, ga bakal digubris. Paling defend “kan siswanya seneng dibayarin”
@sugarvenomx@IndoPopBase Ga tahu problematik atau ga. Yg jelas, dr isi omongan dia di podcast, dia butuh pasangan yg bisa ngimbangin pikiran dia yg filosofis tapi lompat2 serta yg bisa buat dia membumi. Klo ga gitu, yg ada tertekan
Banyak penelitian yg nunjukkin hamil di usia >35 emang beresiko caesar & butuh bantuan macam invitro. Tapi, tdk membuat cacat genetika/down syndrome, dkk. Hamil di usia >40th, baru beresiko aneh2.
Klo mau hamil usia 30-40 tuh aman2 aja asal fisik, mental, & finansial sehat.
@convomf Mau pesta hedon maupun nyari sahnya aja di KUA sama2 effort, meski yg pesta berhari2 mungkin effortnya lbh.
Syarat sahnya nikah kan 2 mempelai ijab qabul, dicatat scr agama & sipil, serta ada saksi.
Perjalanan pernikahan ga cuma pesta, klo mau pakai dana buat hidup ya ga masalah