Lu pasti akan bersyukur banget kalau bisa sekolah gratis sampai sarjana. Sudut pandang lu akan jauh berubah. Peluang lu buat dapatin gaji 2-3 digit jauh lebih besar.
Gue punya temen, 2 orang yg pas SMA berbanding terbalik. Sebut saja si A dan si Z.
Si A itu selalu ranking 3 besar di kelas selama 3th. Sementara si Z, bisa masuk 25 besar aja udah syukur. Setelah lulus, si A punya keterbatasan buat lanjut kuliah, sementara si Z punya dukungan finansial yg cukup buat lanjutin.
Akhirnya si A berencana kerja dulu selama 3 th buat ngumpulin duit kuliah, si Z langsung kuliah. Nah di sini titik baliknya terjadi. Si A terlena dengan pekerjaan dan keadaan ekonomi mengharuskan dia tetap terus bekerja. Sementara si Z masih terus berproges dan lulus kuliah.
Sekarang 10th berlalu si A masih jadi pegawai dengan gaji UMR dan belum berhasil lanjut kuliah, sementara si Z udah kerja di sg sebagai it enginer dan sedang lanjutin s2.
Itulah kenapa pendidikan sampai sarjana itu penting, ini akan membuka persaingan yg lebih adil dan menghapus sekat si kaya dan si miskin.
REPUBLIK CHARITY
(Bagi rakyat kecil).
Polanya klasik, malah spt hafalan, tp justru pola itu yg bikin banal sekaligus berbahaya.
Ketika kekeliruan aparat berhubungan dgn rakyat kecil & viral, aparat cepat berubah fungsi, bukan lagi sbg Bhabinkamtibmas & Babinsa, melainkan penyalur bantuan, setelah salah sasaran.
Rakyat kecil ditangkap, digiring, digebuk dipermalukan, & diviralkan.
Lalu publik ribut, kamera menyala, jempol netizen bergerak, setelah itu negara panik, lalu tampil sbg dermawan, bukan sbg pihak yg keliru.
Dugaan tindak pidana aparat tidak diakui lewat mekanisme keadilan, melainkan ditebus lewat bantuan sembako, modal usaha, sepeda motor, & disempurnakan dgn narasi kepedulian.
Seolah masalahnya ekonomi, bukan tindakan aparat yg "kebablasan".
Pasal penghinaan, menguap.
Penganiayaan oleh aparat, lenyap.
Fitnah & persekusi, sirna.
UU ITE seolah tak berlaku & tiba² lupa alamat, padahal sengaja diekspos via media elektronik.
Yg tersisa hanya narasi penyelamatan, bukan pertanggungjawaban.
Ini bukan potret keadilan, melainkan;
MANAJEMEN CITRA.
Terhadap rakyat kecil, negara memang piawai mengganti adegan, dari aksi kekerasan, menjadi pentas kepedulian.
Lalu, publik diajak bersyukur :
"Masih untung dibantu".
Selama pola ini terus dipuji,
retak nalar & arogansi aparat terus dibiarkan, rakyat kecil akan selalu jadi figuran dua kali ;
1. sebagai korban yg ditindas, dan;
2. sebagai alat pencitraan, ketika kamera berdatangan.
_____________
Seolah - olah aparat boleh keliru, asal bersedia berderma di depan lensa.
Pasal berlapis boleh ditepis, asal adegan empati ditayangkan.
Korban tak perlu dipulihkan martabatnya, cukup dibuat tersenyum, jabat tangan & berpelukan, dgn dihujani hadiah, sbg "tukar tambah" akuntabilitas.
Rakyat kecil tetap di posisi yg sama, bukan warga dgn hak, melainkan hanya objek belas kasih negara yg ketahuan salah bertindak & viral.
.
.
.
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
Pas bikin video hoax kok gak dialog dulu? Riset dulu? Malah mukul dulu? Kok sekarang baru dialog? Pecat dong. Penjarakan dong. Kriminal yang dipenjara. Sesederhana itu kok kayak susah banget. Serius nanya, dulu sekolah gak sih?
Seumur hidup minimal 1x kamu wajib tau informasi ini.
Apakah sesar aktif di darat penyebab gempa besar ada di dekat kotamu?
Peta Sesar Aktif Khusus di Daratan Jawa dan Madura Adaptasi dari “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 - PuSGeN”
SIARAN PERS
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BMKG: Waspada Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S di Wilayah Indonesia
Jakarta, 12 Desember 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peningkatan status Bibit Siklon 91S di Samudra Hindia barat daya Lampung telah menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Jumat (12/12) pukul 19:00 WIB. Hasil analisis BMKG, Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan di sekitar sistem mencapai 1000 hPa dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan meskipun pergerakan Siklon Tropis Bakung menjauhi wilayah Indonesia namun tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari ke depan. Oleh karenanya, BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Berdasarkan hasil pemantauan ini, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” kata Faisal dalam Konferensi Pers perkembangan Bibit Siklon 91S dan 93S di wilayah Indonesia, Jumat (12/12).
Lebih lanjut, dalam 24 jam ke depan (13 Desember 2025), kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung diprediksikan meningkat menjadi 55 knot (100 km/jam) yang menunjukkan peningkatan intensitas menjadi sistem siklon kategori dua dengan tekanan angin di sekitar sistem mencapai 988 hPa dan pergerakan ke arah barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Adapun dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung terhadap wilayah Indonesia ialah adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian Bengkulu, Lampung, dan Banten. Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu dan gelombang tinggi (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, dan Selat Sunda bagian selatan.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, juga meminta masyarakat untuk mewaspadai perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini masih terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara tepatnya berada di sekitar 12.0°LS 115.8°BT. Hasil analisis BMKG, 93S diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan dalam periode 24 hingga 72 jam kedepan masih berpeluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis.
"Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Yaitu, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara," kata Guswanto.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan melihat potensi dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Bakung serta keberadaan sistem Bibit Siklon 93S, BMKG merekomendasikan masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gangguan aktivitas harian yang dapat terjadi terutama di lokasi yang rawan.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak juga dianjurkan memantau informasi terkini BMKG dan arahan mitigasi BPBD setempat serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat diharapkan memantau informasi melalui situs resmi https://t.co/JWRniK9ARu, akun media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, website TCWC Jakarta (https://t.co/scB6S8jr4i), dan call center 196 untuk menghindari kesalahan informasi serta potensi tindakan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Beberapa upaya yang bisa dilakukan masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan, drainase, dan menyiapkan bahan makanan dan benda-benda berharga apabila terjadi cuaca ekstrem yang cukup mempengaruhi aktivitas harian atau bahkan bencana hidrometeorologi. Selain itu, masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan, diharapkan mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan dan menyesuaikan aktivitas operasional,” kata Andri.
Terakhir, Faisal menyatakan agar seluruh pihak bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dengan menerapkan prinsip early warning, melahirkan early action, untuk menuju zero victim. Oleh karenanya, masyarakat diimbau tetap tenang, saling membantu, dan mengingatkan satu sama lain agar dapat melalui kejadian cuaca ekstrem dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kami akan terus memonitor secara realtime perkembangan Siklon Tropis Bakung dan bibit 93S melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dan akan melaporkan secepatnya jika ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG
SIARAN PERS
BMKG: Perkembangan Bibit Siklon 93S di Selatan Indonesia, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi di Bali, NTB, NTT
Jakarta, 11 Desember 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun sistem ini diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dampak tidak langsung 93S mengakibatkan beberapa wilayah, antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan.
“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, Kamis (11/12).
Berdasarkan hasil analisis BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem saat ini mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa, Pengamatan ini menunjukkan awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik sehingga proses penguatan sistem diprakirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, intensitas 93S cenderung persisten dengan pergerakan perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Sementara itu, dalam 48–72 jam ke depan, sistem ini diprakirakan mulai meningkatkan intensitasnya secara bertahap seiring membaiknya pola sirkulasi, dengan pergerakan yang konsisten menjauhi wilayah Indonesia.
“Berdasarkan analisis kami, sistem ini bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak akan berdampak langsung ke daratan,” ujar Guswanto.
Sebelumnya, 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07:00 WIB dengan pusat sirkulasi di sekitar 12.0°LS–117.0°BT dan masuk ke dalam dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan kepada seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga media massa untuk membangun sinergi dalam menyampaikan informasi perkembangan 93S secara akurat dan terpercaya kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Di sisi lain, masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan wilayah yang rentan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan. Pun, pelaku kegiatan pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diharapkan menyesuaikan aktivitas mereka berdasarkan informasi resmi gelombang tinggi yang BMKG keluarkan.
“Hindari penyebaran informasi yang menimbulkan kepanikan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal resmi BMKG untuk memastikan langkah pencegahan dilakukan secara tepat dan efektif. Ketenangan masyarakat adalah kunci utama dalam kesiapsiagaan kita bersama," jelas Andri.
BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi secara real-time terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S, termasuk peringatan gelombang tinggi, prakiraan cuaca harian, dan peringatan dini cuaca ekstrem. Seluruh pihak diimbau untuk senantiasa merujuk pada kanal resmi BMKG guna memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan efektif demi keselamatan masyarakat.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG