Luis Enrique tidak pernah lelah bercerita soal Xana.
Lima tahun lalu, Xana meninggal pd usia 9 krn kanker tulang belakang yg langka dan sangat mematikan.
Enrique hancur. Tapi dia mengaku sangat beruntung punya kesempatan hidup dalam memori2 manis bersama Xana.
Enrique ingat betul, Xana yang ceria, mengibarkan bendera Catalan sesaat setelah tim racikannya, Barcelona, merayakan gelar Liga Champions. Enrique ingat betul dia tertawa, sangat bahagia bersama Xana di pundaknya.
Enrique membayangkan, betapa indahnya dunia jika dia bisa menyaksikan Xana, sekali lagi tertawa bergembira setelah sejarah besar PSG hari ini.
Secara fisik, Xana memang sudah tidak ada. Tetapi jiwa Xana, memori Xana, roh Xana tetap hidup dalam jutaan kenangan manis dalam hati Enrique.
Xana akan tetap menjadi bintang terang dalam hidup Enrique. Selamanya...
Selamat, Lucho. Bergembiralah!