Hidup diselubungi rasa bersalah, tak berguna, sangat menyeksakan.
Selepas berbelas tahun, dengan rahmat Allah, Dia mengeluarkan saya dari terowong itu.
Buat yang sedang mengalaminya, hang in there.
Dan teruskan sangka baik dengan Tuhan.
Masa kalian akan tiba.
ini tweet terviral di bulan ini, konsep Qada dan Qadar mungkin emang benar adanya ibarat save game yang bisa lu pilih endingnya tergantung langkah apa yang diambil, takdir itu bisa dirubah (menurut perspektif gue) jadi make sense kenapa berdoa itu perlu dan lu perlu usaha untuk ~
memory lost, susah fokus, rendah diri, skill bersosialisasi bener-bener menurun drastis, dan lu merasa punya luka yang selalu "menganga" di dada lu sampe lu terus-terusan mempertanyakan sebenernya gua kehilangan apa sih sampe bisa begini
"Be your own safe place. When the world is too loud, be your calm. When it's too cruel, be your gentleness. When you feel unseen, remind yourself that you matter โ because you do. You always have." Hikd, crying over this at 3AM. I don't regret to download this app. ใ ใ
semenjak baca bahasan ttg hati manusia dri tulisannya Imam Al ghazali, trs dgr penjelasan soal lapisan2 hati, gw bnr2 berusaha utk ga pernah neglect my gut feelings
Gara-gara liat konten ginian baru sadar selama ini gue kalau ngikat barang asal-asalan banget asal kenceng doang ๐ญ Nyesel baru tau tutorial simpul tali kek gini ๐ชขโผ๏ธ
OP ini ngejelasin menurut psikologi, momen ketika manusia paling merasa bahagia sebenarnya...
Bukan saat sedang bermain, bukan saat sedang makan, dan bukan juga saat sedang menghasilkan uang.
Tapi saat benar-benar tenggelam dalam mengerjakan sesuatu yang tingkat kesulitannya pas dengan kemampuan kita.
Kondisi ini disebut โflow stateโ.
Kalau kita menganggap โyang mudah = bahagiaโ, lama-lama manusia justru bisa bosan. Tantangan yang cukup, tapi masih terasa mampu dijalani, justru bisa bikin kita merasa puas dan menikmati prosesnya.
Aku kasih contoh ya. Misalnya:
๐จ Gambar: kamu suka gambar, lalu mencoba menggambar karakter yang sedikit lebih sulit dari biasanya. Susah, tapi masih bisa dikerjakan sampai nggak sadar udah 2 jam.
๐ฎ Main game: levelnya nggak terlalu gampang, tapi juga nggak mustahil. Kamu harus mikir dan fokus, lalu pas akhirnya berhasil rasanya puas banget.
โ๏ธ Nulis: kamu lagi bikin tulisan yang cukup menantang, tapi idenya ngalir. Sampai lupa cek HP karena terlalu fokus.
๐ Belajar: kamu ngerjain soal yang awalnya bikin mikir keras, tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya paham. Rasanya, โOH, GUE NGERTI!โ Nah, itu juga bisa jadi flow.
๐ป Kerja: dapat tugas yang sedikit di atas kemampuanmu, jadi harus mikir dan belajar, tapi masih bisa kamu selesaikan. Saking fokusnya, tahu-tahu udah beberapa jam.
Jadi kamu ngerjain semuanya bukan karena merasa โharusโ, tapi karena tantangannya pas. Capek iya, mikir iya, tapi nggak terasa jadi beban.
Malah muncul perasaan, โWah, seru juga. Gue bisa ternyata.โ Dan mungkin justru rasa puas setelah berhasil melewati tantangan itulah yang bikin kita merasa bahagia.
Intinya, masa lalu, saat ini, & masa depan itu semuanya SUDAH terjadi
Makanya masuk akal klo Nabi bisa ngasih tahu bbrp hal di masa depan yg sebagiannya sdh trjadi, sebagian lainnya masih nunggu utk terjadi.
Means, kiamat telah terjadi, surga & neraka jg sudah ada yg menghuni.
Jadi makin ga heran klo Nabi sudah bisa melihat bbrp penghuni neraka saat miโraj, padahal kiamat bagi kita skrg aja belum terjadi.
Bisa aja Nabi diberangkatkan menuju masa depan (semacam perjalanan waktu) oleh Allah.
Dan ini sangat mungkin dipahami dlm kerangka konsep waktu yg kita kenal di atas tadi: higher dimension bisa mengakses space-time di dimensi kita.
hey dulu aku duluan tertarik sm pacarku karena twit-twitnya soal buku, begitu liat reviewnya di gr, gokil coy exactly thE man i want, yakali aku tidak hobi baca buku lagi buat pdkt-an๐๐
some of his book reviews btw
Makin baca qrt nya makin nangis gw.
Bayangin Allah udah tahu semuanya dari awal sampai akhir tanpa satu apapun yg bisa meleset tapi kita manusia masih dikasih satu privilege bernama โdoaโ buat minta apapun dimau karena simply kita gak tau apa apa tapi maunya banyak rupaโ
Aku pikir kunci hubungan awet tuh ketemu the right person, ternyata ah sudah lah.
Baca jurnal hari ini dan nemu fakta menarik, relationship satisfaction itu literally bertumpu sama intimasi, cara kalian handle konflik, dan gimana mindset kalian berdua soal hubungan itu sendiri. hal-hal kayak umur, gaji, atau fisik malah bukan faktor utama.
Tapi happy di hubungan โ happy sama hidup secara overall.
Kalau ngomongin life satisfaction, yang paling ngaruh tuh mental health (kayak symptoms depresi) sama kesehatan fisik. mental yang lagi berantakan bakal otomatis ngaruh ke hubungan kamu. jujurly make sense sih, internal issues dari dalem diri kita tuh sadar nggak sadar pasti kebawa-bawa ke hubungan.
Ubah mindset kamu jadi โmental gue udah cukup sehat belum? dan se sehat apa hubungan kita?โ
punya hubungan yang green flag emang ngebantu naikin kepuasan hidup, tapi tetep aja kesehatan fisik, kondisi mental, dan gimana cara kalian berantem tuh punya porsinya masing-masing.
Terus harus gimana dong?
Jurnal ini nyaranin buat jangan struggle sendirian. Misal kamu lagi ada isu mental atau fisik, partner kamu harus diajak involved. nah kalau isunya emang di hubungannya, fokus aja perbaikin komunikasi, belajar conflict management yang sehat, jaga intimasi, dan coping stress bareng-bareng. Tiap couple kan dinamikanya beda-beda ya, jadi emang nggak ada one size fits all solution alias disesuaiin aja sama kondisi masing-masing.