Benar kata Dokter Gia, anxiety sering muncul karena terlalu memikirkan masa depan, sedangkan depresi sering berkaitan dengan terlalu terfokus pada masa lalu.
Bedakan pain dan suffering.
Di hidup ini, kita nggak bisa terhindar dari pain.
Pain itu seperti panah pertama.
Dan suffering, penderitaan itu seperti panah kedua.
Kalo kita hanyut terseret drama pikiran, itu seperti kita menancapkan panah kedua, itu menambah penderitaan.
Yang kita butuhkan, apapun pain yang kita alami, sebisa mungkin sadar & nggak hanyut terseret drama pikiran, seminim mungkin menancapkan panah kedua ke diri sendiri, sehingga kita nggak tambah menderita.
ternyata bener ya, hidup bakalan jauh lebih tenang ketika kita tau batasan.
not everything deserves our energy.
karena ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas
gue dulu juga mikirnya gini. but now i realize, sometimes orang ngejauh bukan sengaja mau nyakitin, tapi karna mereka ga bisa handle conflict, takut confrontation, emotionally overwhelmed, atau emang belom punya emotional maturity buat explain their feelings properly