Ke toko buku sendirian sih masih gapapa, tapi kalo nonton sendirian ke bioskop kayak ada yang kurang karena setelah nonton pengen ada temen buat ngebahas filmnya.
@HabisNontonFilm Exhuma, karena rate-nya 17+ sedangkan yang bisa diajak nonton remaja usia 14 tahunan
:( Akhirnya nonton film yang ada saat itu yang rate-nya 13+ atau SU
RAMADANOLOGI (1)
Iman, puasa dan takwa adalah tiga kata kunci dalam ayat "Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu sekalian supaya bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 183)
Dalam pengertian umum, Iman adalah buah kepercayaan yang merupakan buah pengetahuan valid tentang sesuatu. Pengetahuan adalah buah pemikiran yang valid. Disebut valid karena aksiomatik atau apriori atau bersambung kepada premis yang telah dikonfirmasi oleh premis apriori. Proses ini ditetapkan dalam logika.
Dalam pengertian khusus, iman adalah frasa kepercayaan vertikal, bukan semua kepercayaan dan bukan semua pengetahuan. Pengetahuan secara umum meliputi semua buah pemilkiran dengan objek horisontal (material) dan objek vertikal (immaterial). Malah, kebanyakan orang menganggap pengetahuan sebagai buah persepsi sensual semata, yang lazim disebut sains. Sedangkan pengetahuan tentang objek immaterial terlanjut dianggap kebanyakan orang sebagai nir pengetahuan. Karena itulah kata "iman" atau faith dianggap oleh kebanyakan orang sebagai kepercayaan tanpa argumen. Inilah doktrin.
Iman sebagai kepercayaan vertikal bukanlah sekadar pengetahuan dengan akal namun memerlukan sarana lain, yaitu hati. Iman memerlukan akal yang memproduksi pikiran-pikiran dan memerlukan hati yang menerbitkan cinta. Akal mentautkan diri dengan konsep (apa) dan hati mengaitkan diri dengan realitas di balik konsep (siapa). Sebagai contoh, akal mengarahkan subjek kepada kenabian (konsep tentang kemestian adanya mediasi suci antara Tuhan dan hamba-hambaNya), sedangkan hati mengarahkan subjek kepada sosok real nabi.
السلام علیک یا بَقیةَالله
سلام بر تو ای عهد و میثاق استوار خداوندی؛
سلام بر تو ای وعدهی تضمینشدهی پروردگار
گزاره غم دل را مگر کنم چو "امین"
جدا ز خلق به #محراب_جمکران بی تو
"Harga ketundukan lebih besar daripada harga perlawanan" (Syd Hasan Nasrallah)
Perhatikan ekspresi wajah Raja Yordania Abdullah II saat ia duduk di sebelah Trump saat konferensi pers di AS hari Selasa lalu.
Antara lain Trump berkata, "Kami tidak akan membeli apa pun [tanah Gaza]. Kami akan memilikinya, dan kami akan menyimpannya... Dan tidak seorang pun akan mempertanyakannya."
Sang Raja sebelumnya sudah menyatakan tidak akan menerima rencana evakuasi warga Gaza ke Yordania (seperti yang diminta Trump). Tapi dalam konferensi pers itu, ia memilih untuk tidak berbicara terlalu banyak di depan media, dan ketika ia berbicara, bahasanya berhati-hati.
Ketika ditanya wartawan, apakah Yordania akan menerima warga Palestina yang mengungsi dari Gaza, ia menjawab "saya akan melakukan apa yang 'terbaik' untuk negara saya."
Tapi, dalam unggahan media sosial pasca-pertemuan tersebut, ia menulis bahwa Yordania "teguh" dalam "posisinya menentang pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat".
#FreePalestine