Tolong jangan tanya planning/target 5 tahun kedepan. Stop.
Yg dipikiran cuma gimana bisa bertahan hari demi hari aja. Paling pol mikir 1 taun ke depan mau apa harus gimana, itupun udah overloaded. I'm constantly in survival mode. I don't have the capacity to think years ahead!
Jeleknya gue tuh kalo udah hilang respect sama seseorang, ability buat pura-pura baik atau basa basi tuh langsung drop ke angka nol. gue gak bisa memalsukannya lagi.
mantra dalam hidup yang harus kamu pegang:
1. Let them, biarin orang mau bilang apa tentang kita.
2. It will past, semua yang kita jalani akan berlalu.
3. Time will tell, biarin waktu yang akan menjawab semua.
Urus jobdesk masing-masing aja sih. Gausah sok paling senior si paling tau dan mau tau. Bukan semua hal "dulu aku gini, dulu aku gitu" disamain dengan masa sekarang. Kondisinya aja jelas beda🤷♀️
gue pengen banget bisa memeluk diri gue, anak perempuan kuat itu
gue pengen dia tau bahwa dia ga perlu merasa gagal, gue pengen dia tau bahwa segala ketidaktahuan dan ketidakmampuannya itu bukan sebuah kesalahan, gue pengen dia tau bahwa dia kuat sekali sampai detik ini dan itu cukup.
IN THIS ECONOMY...
privilege terbesar bukan warisan.
tapi punya ortu yang:
1. ga minta bulanan
2. ga jadiin anak nya investasi
3. malah bisa backup kamu pas susah
sandwich generation never know this feeling.
In this economy, gue belajar untuk mengerti, memaklumi dan ga betein temen yang sibuk. Sibuk kalau diajak hangout, sibuk kalau di hubungin, pokoknya sibuk. We’ll never know what a person is going through financially or emotionally, apa lagi kalau kita cuma berasumsi dan ga support dia dengan sesimple menyemangati.
Even if you have to cancel our plan last minute, kalau alasannya untuk kerja, please do. Surviving in this economy is more important than our coffee dates. We can always raincheck!
aku tipe yg harus naksir duluan. kalo mikir aku gampang dideketin, itu aslinya aku udah naksir duluan dan aku ngasih kamu kesempatan. but technically, i don’t chase, i choose. so, play your cards right (hehe)
Nemu kalimat tercantik pembangkit energi yang harus kamu baca berulang-ulang.
“maka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.
lalu, jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak. barangkali hidup memang bukan tentang memilih apa yang terjadi, tapi tentang bagaimana kita mengolahnya menjadi sesuatu yang tetap layak dijalani.”
kadang tuh suka randomly nangis sendiri cuma karena sadar… ternyata Allah sebaik itu ya. masih dikasih banyak tawa, small warm things, good people, dan hati yang masih kuat sampai sekarang.
Alhamdulillah for everything, makasih Ya Allah.