@AldhitamaR Ada yang belain, katanya kalo fokusnya keganggu karena abangnya lewat. Bro kalo orang dengan jarak sejauh itu bisa ganggu fokus lu, ya konsentrasi lu jelek aja. Bikin home gym, atau lu sewa tu gym seharian buat lu sendiri. Tu mba2 ngamuk karena kontennya keganggu, bukan fokusnya.
The craziest part about Khabib vs Conor?
Millions tuned in expecting chaos from Conor.
Instead, they witnessed one of the most dominant performances in UFC history.
Hype sold the fight.
Discipline won it.
Then the fight ended and chaos erupted.
A night that didn’t just break PPV records. It became UFC history.
The only thing you had to do was beat a 38 year old coming off of a 5 round war with me… instead you quit on your stool like the little bitch you are 🤣 I’m a real fighter and went 5 rounds your a little pretender chorizo! Congratulation @Justin_Gaethje rematch for undisputed?👀
Kelompok usia 30, 40, bahkan 50 tahun ke atas justru banyak yang mulai melakukan hal-hal yang dulu selalu ditunda. Bukan karena tiba-tiba punya banyak waktu.
Tapi karena mulai sadar kalau menunggu "waktu yang sempurna" bisa jadi nggak akan pernah datang.
Pandemi ngasih banyak orang satu pelajaran yang cukup keras: waktu itu nggak selalu sebanyak yang kita kira. Banyak orang kehilangan keluarga, teman, pekerjaan, atau rencana hidupnya. Dari situ muncul kesadaran baru:
"Kalau bukan sekarang, mau nunggu kpn lagi?"
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
“Dağıstanlı efsane Khabib Nurmagomedov'dan hayat dersi”
“Disiplinin motivasyona ihtiyacı yoktur. Disiplin duygulara aldırmaz. Disiplin der ki: Yorgun olsam da, yalnız olsam da yine de gideceğim."
Mike Tyson’dan Francis Ngannou’ya ders niteliğinde sözler:
“Tüm dövüşlerini izledim. Yumrukların olağanüstü, nakavtların muhteşem.
Bu, Tanrı tarafından seçildiğin anlamına gelir.
Ama şunu unutma: Tanrı tarafından seçildiğinde, Şeytan tarafından da seçilirsin.
Hangi tarafı seçersen, o da sana güç verir.
Disiplinli ol. Çünkü disiplin; nefret ettiğin şeyi, severek yapmaktır.”
“ Les hommes qui disent : « Je ne suis pas heureux... »
Tu es un homme, tu n'as pas à être heureux.
Être heureux est réservé aux femmes et aux enfants. Toi, tu dois endurer les épreuves.
Au lieu de dire « Je ne suis pas heureux », dis : « Qu'est-ce que je peux faire pour rendre les gens que j'aime heureux ? »
Voilà ce que c'est qu'être un homme. ”
Sean Strickland (2024)
🚨Thierry Henry on Cristiano Ronaldo tears after winning the Saudi Pro League:
🗣️ “ People see Cristiano Ronaldo crying after winning the Saudi Pro League and some laugh because of where he is playing now. But for me, that moment explains exactly why he became one of the greatest athletes we have ever seen.
This is a player who has already conquered football. Champions Leagues, Ballon d’Ors, league titles in England, Spain and Italy, international trophies with Portugal… there is literally nothing left for him to prove to anyone.
Yet at 41 years old, he is still celebrating victories with the same emotion, the same fire and the same obsession he had when he was a teenager at Sporting Lisbon. That is not normal. Most players lose that hunger after winning one or two major trophies. Cristiano never lost it.
People always talk about talent, but mentality is what truly separates legends from great players. Cristiano trained like every season was his last chance. He treated every game like it mattered. That is why he stayed at the top for almost 20 years while generations of players came and disappeared.
To still have that level of passion at his age, after everything he has achieved, is honestly unbelievable. It tells young players that greatness is not only about ability, it is about sacrifice, discipline, consistency and refusing to ever become comfortable.
You can love him or hate him, but you have to respect that mentality. Football may never see another competitor like Cristiano Ronaldo again...”
“Gue nggak pernah nunggu mood untuk kerja..”
Itu kalimat pembuka Raditya Dika yang langsung bikin gua mendengarkan dengan serius podcast ini.
Di podcast ini, Radit sharing pengalaman real dia dari orang yang sudah puluhan tahun konsisten bikin karya.
Menurut Radit, mood adalah musuh terbesar kita.
Kita sering menunda kerja karena
“belum enak moodnya”
“belum semangat” atau
“nanti aja deh”
Padahal orang-orang yang sukses itu bukan kerja karena mood bagus, mereka kerja karena sudah berkomitmen.
Mood bisa aja datang terus pergi, tapi yg harus tetap ada itu DISIPLIN. make sense ya?
Aku setuju sama ini.
Menghindari rasa sakit itu hampir mustahil, tapi kita bisa memilih jenis rasa sakit, antara clean pain dan dirty pain.
Clean pain tuh rasa sakit yg datang dari keputusan jujur dan berani.
Kayak rasa sakit saat kamu memutuskan buat berkata jujur, meski akhirnya harus nyakitin orang lain. Atau rasa sakit karena kamu harus ninggalin sesuatu yang udah nyaman demi hal yang lebih baik di masa depan.
Dirty pain?
Biasanya berasal dari menghindari kenyataan dan akhirnya malah terjebak di drama panjang yg enggak ada ujungnya.
Jadi, saat kamu harus memilih, mending pilih clean pain deh.
Kamu sendiri, lebih sering hadapin clean pain atau masih suka ketahan sama dirty pain? Gimana cara kamu ngadepin pilihan susah ini?
Lagi overthinking tiba-tiba nemu kalimat cantik banget :
“Jika Tuhan begitu presisi mengatur miliaran bintang agar tidak bertabrakan, yakinlah Tuhan juga presisi dalam mengatur skenario hidupmu agar selamat sampai tujuan.”
Percayalah, Tuhanmu lebih ingin kamu selamat daripada kamu sendiri.
Sean Strickland: ‘’Eskiden erkekler boks salonlarında ya da güreş minderlerinde olurdu. Şimdi Tiktok’ta takılan g*t oğlanları dolu. Ama güzel olan ne biliyor musunuz beyler, erkek olma seviyesi öyle düştü ki, azcık o seviyeyi geçerseniz dünyadaki en belalı eleman olursunuz. Teşekkürler toplum. Bir sürü g*t oğlanı yarattınız. Hayatı bize kolaylaştırdınız.’’ (2024)
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
Sean Strickland: ‘Mutlu değilim’ diyen erkekler..
Sen bir erkeksin.. Senin mutlu olman gerekmiyor.
Mutlu olmak kadınlara ve çocuklara mahsustur.. Sen zorluklara katlanmak zorundasın.
"Mutlu değilim" demek yerine,
"Önemsediğim insanları mutlu etmek için ne yapabilirim?" de.
İşte erkek olmak budur.’’ (2024)