@anggarasamvdr iyaaa kadang juga bukan tanggal aja. bisa juga “kalo ni orang sekali lagi gini, bakal aku cut off” dan sebenernya ngga cuma berlaku buat laki bisa juga ke temen
"iya sayangggg"
"aku lg mam sayaaang"
"ini aku otw ya sayanggg"
"love you more sayangggg"
"sayaaaanggg"
SAYANG is most beautiful sweet, soft, and romantic word ever spoken 🥹💖
Surprisingly kemampuan utk mengomunikasikan perasaan ini hanya bisa terwujud jika kita merasa 'secure' dgn pasangan.
Individu yg sama, setelah putus dr pasangan yg toxic, bisa langsung jd dewasa dalam relasi dan mengomunikasikan secara sehat kalau ketemu pasangan baru dgn tipe attachment yg bisa mengimbangi
Just like Syifa Hadju said, "U just need someone to prove that u r not 'hard to love'"
Kalau rajin ibadah, tapi sombong mah buat apa juga kan. Bahkan, salah satu orang yang masuk neraka pertama kali tuh ya pemuka agama yang beribadah karena pengen dipuji. Orang yang berperang karena mau dipuji. Bahaya banget cuy perkara hati ini.
@ceritaboyyy istri lagi hamil anaknya DIA bisa2nya blg “gue hidup kyk pelayan” sedangkan klo ngomongin urusan peran istri teriak paling kenceng “peran istri adalah melayani suami” tai anjing😂
@soraipena Sepakat sih, itu ga sesimple karena ditinggal nobar, tapi akumulasi dari kekecewaan yang udah menumpuk dan akhirnya pecah semuanya dalam satu longtext
@pharmagrade_ "sampah" katanya? menurutku jauh lebih menyedihkan kalau pasanganmu udah gak pernah komplain. karena itu artinya dia udah gak berharap apa-apa lagi dari kamu.
kalian tuh sesusah itu ya buat komunikasi? :( i just know she didn't write that in one day.
itu pasti akumulasi dari banyak "yaudahlah", banyak maklum, banyak kecewa yg akhirnya udah gak muat dipendem sendiri.
this is actually so sad… satu payung besar kayak kasus mantan suami yang ngasih set YSL ke coworkernya drpd istrinya sendiri…
it’s much more than just “cuma nobar kok” atau “cuma makeup set kok”
kalian tuh sesusah itu ya buat komunikasi? :( i just know she didn't write that in one day.
itu pasti akumulasi dari banyak "yaudahlah", banyak maklum, banyak kecewa yg akhirnya udah gak muat dipendem sendiri.
Ini namanya unhealthy emotional detachment yah teman2
Pertama, merasakan perasaan sedih, hancur, dan terluka waktu ditinggalin teman atau pasangan itu sangat wajar
Prinsip "never asking why" itu justru berusaha menekan perasaan itu
Kayak kalo sedih dan penasaran kenapa teman2 pada menjauh, tinggal bodo amat aja dan lanjutkan hidup
Padahal kalo keseringan kayak gitu, lama2 kamu bisa mati rasa dan ga merasakan emosi apa2 lagi
.
Yang kedua, "never asking why" atau bahasa simpelnya "bodo amat" ini buat kamu jadi tidak pernah introspeksi diri
Misalnya ada teman yg jauhin kamu atau pasangan mutusin kamu, dan kamu memutuskan untuk bodo amat, itu buat kamu jadi ga melakukan refleksi diri untuk mencari tahu kesalahan apa yg kamu buat sampe mereka menjauh
.
Jadi rumus adulting "never asking why" ini memang terdengar keren, tapi sebenarnya menyesatkan
Don't try this at home
And mind you, none of them were crying over a man, they were crying because they wanted the freedom to live their lives the way they chose, and I think that’s what makes their stories even more beautiful.