Gw boleh curhat boleh kan?
Emang beruntung kalian tumbuh dengan kereta api dalam cerita sehari-hari, sedangkan bagi gw, kereta api adalah hal yg jarang gw jamah.
@KAI121 Gw merasa kecintaan terhadap kereta api tumbuh kembali, apalagi setelah tau kabar suasana dan pelayanan yang semakin membaik dari waktu ke waktu.
Senyaman2 naik tol, gw lebih suka naik kereta api. tapi entahlah kapan terwujud lagi, mana gw sadar gak bisa kemana2 tanpa dikawal.
Gw sempet berangan, kapan Metro punya stasiun kereta api, secara orang kota butuh itu kan, penumpang potensinya banyak. tapi nyatanya malah keduluan akses tol. Yaudah.
Sejak saat itu keluarga gw gak mau lagi naik kereta api, lagian aksesnya ke Tanjungkarang jauh dari tempat tinggal. Sebenarnya sih ada stasiun Tegineneng (yg terdekat), tapi kami mah waktu itu gak tau, juga aksesnya, setelah gw cek di Maps, ternyata sama saja.
@asyam_lambunk@ohheol@englishfess_ dari awal kemerdekaan kita cenderung ke American English koq. Itu karena adanya surat kabar berbahasa Inggris "The Indonesia Observer" yg didirikan Herawati Diah, yg merupakan lulusan kampus di Amerika.