Jangan bilang cuman ibu yang doanya paling nembus langit.
Bapak juga. Sama kuatnya.
Nabi Ibrahim berdoa untuk anak dan keturunannya.
QS. Ibrahim 14:40:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Bapak berdoa untuk keselamatan anak cucu
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Yang disebut adalah doa orang tua alias ibu dan bapak, bukan doa ibu saja.
Jadi, Bapak-bapak, rajin-rajinlah mendoakan anak.
Doa seorang ayah juga nembus langit.
balik kosan tapi kuncinya dibawa kawan dan dia masih sowan sampe sore. wasting time dengan antri obihiro, bawa ransel segede apa ini. ternyata ada tj dari cgk ke blok m.
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Ada teori yang disebut 4 Burners Theory. Disitu disebutin kalau hidup itu kayak kompor 4 tungku: kerjaan, keluarga, kesehatan, temen. Dan kita cuma bisa maksimalin sebagian. Sisanya harus rela dikecilin. Kayak pengingat halus kalau manusia tuh ga bisa ngurus semuanya sekaligus.