Film pendek Turut Berdukacita (Deep Condolences).
Abis nonton film ini, premis ceritanya unik, jadi ceritanya ada seorang perempuan bernama Maria baru aja kehilangan ayahnya.
Saat lagi berduka, ia harus menceritakan secara berulang-ulang tentang kematian ayahnya kepada tamu yg hadir dari pertanyaan yg sama “Sakit apa? Kok bisa? Kapan persisnya?”
Tapi walaupun dalam kondisi sedang berduka, Maria tetap sabar menjawab dengan kalimat yg sama kepada semua tamu²nya yg hadir.
Pesan yg mau disampaikan dari cerita ini sebenernya sederhana, saat kita hadir di tempat orang yg sedang berduka ngga usah jadi pelayat kepo. cukup datang, ucapkan belasungkawa, mendoakan, pulang, dah itu aja.
@strootsys Saya pernah mengulas perjalanan Como 1907 hingga akhirnya promosi ke Serie A dan peran Bambang Hartono di baliknya.
Siapa tau ada yang mau baca ☺️
https://t.co/Qn1DTYNj7u
Most of the very best in life comes not from bureaucracy, but from what free individuals build together. Ferry Irwandi’s effort is a reminder that society precedes state.