Jendela bonus demografi tidak menunggu. Setiap tahun yang terlewat tanpa perencanaan matang, tidak bisa diulang menjelang 2038.
Perencanaan program strategis harus berangkat dari data dan proyeksi yang sudah ada sejak awal, bukan dalih belakangan setelah kegagalan terjadi.
MBG diakui belum disiapkan dengan matang.
Padahal risiko ini seharusnya bisa dihindari, bonus demografi yang akan habis 2038 dan ancaman middle income trap bukan proyeksi baru.
Mereka seharusnya sudah bahas sejak 2021, dengan data BPS yang sudah lama tersedia
Artinya, urgensi untuk merencanakan program strategis secara matang termasuk MBG, yang diklaim sebagai investasi jangka panjang untuk SDM, sudah bisa diantisipasi sejak lama.
Ini bukan soal kurang informasi. Ini soal sejauh mana informasi itu benar-benar dipakai.