"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….
rill dunia jahat banget sama cowo miskin dan cowo perintis,
ngebayangin jdi cowonya padahal disisi lain lagi ngerintis kerja, lagi bangun relasi, lagi usaha buat diri sendiri dan keluarga dikatain gini gue pastiin lu bakal nyesel seumur hidup.
Terkait kasus rame2 d grup wa.
Hikmah yang diambil, tolong Biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yg dibawa terus menerus sampe dewasa.
Kalo ngacengan itu dikontrol.
Bukan ngacengan sak nggon2.
Otak kok isine kenta kentu
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Ngomong ke ibu minta doa biar skripsinya cepet kelar abis itu fokus nyari rezeki dan beli sepeda lagi…
Eeeh malah di suruh nabung buat nikah
Sek mak sek😭🤣
]Guys Rocky Gerung baru ngomong sesuatu di podcast Bocor Alus Tempo yang menurut gw perlu lo dengar baik baik.
Dia ditanya Prabowo itu leader atau dealer? Dan jawabannya singkat. Waktu awal orang berharap dia jadi leader karena Jokowi sebelumnya jelas dealer. Tapi setelah 17 bulan Rocky bilang kedealerannya Prabowo sekarang lebih terbaca dari kelidernya.
Yang paling menohok dari seluruh obrolan itu adalah satu kalimat ini. Rocky bilang 70% kabinet Prabowo isinya bajingan. Bukan musuh karena musuh itu setara dan punya etika permusuhan. Tapi bajingan orang orang yang ada di sekitar presiden yang munafik dan tidak bisa dijadikan teman berdiskusi. Dan Prabowo tidak bisa pecat mereka karena terikat perjanjian politik waktu kabinet dibentuk.
Dan ini yang paling bikin gw mikir. Rocky bilang masalah terbesar Prabowo bukan musuh dari luar tapi ketiadaan teman diskusi yang jujur dan setara. Semua orang di sekitarnya hanya memuji. Tidak ada yang berani debat. Tidak ada yang kasih perspektif alternatif. Akibatnya presiden hidup dalam bubble dan semua keputusan besar diambil tanpa pertengkaran intelektual yang sehat.
Soal kondisi ekonomi Rocky lebih keras lagi. Dia bilang semua variabel krisis sosial sudah ada di atas meja. Rupiah sudah 17 ribu. Harga barang naik. LPG dari Amerika kalau terlambat sedikit saja dapur mak mak tidak bisa masak. Dan kalau itu terjadi bukan mahasiswa yang turun ke jalan. Tapi ibu ibu bawa piring kosong.
Dan kesimpulan Rocky paling mengejutkan dia tidak yakin Prabowo akan bertahan sampai 2029. Bukan karena musuh dari luar. Tapi karena fondasi yang sudah keropos sejak era Jokowi sekarang bebannya ada di pundak Prabowo. Dan satu gelombang kecil saja sudah cukup untuk menenggelamkannya.
Catat namanya: Bripda Masias Siahaya.
Mukul anak Madrasah di Tual, Mauluku pakai helm, mengakibatkan meninggal dunia.
Videonya seliweran di timeline dari semalam.
Harus dihukum dan dipecat dari Kepolisian.
@ListyoSigitP
Bro, common sense aja. lu emang gak bersalah secara hukum, tapi lu itu penerima manfaat. Narasi "gue gak tahu apa-apa" itu tameng paling klasik. Masalahnya bukan lu gak tahu, tapi lu seolah merasa berhak untuk menikmati itu semua tanpa beban moral setelah semuanya terbongkar. Jadi "badut online" itu pilihan lu buat cari duit, tapi jangan dijadiin kartu victim seolah lo orang paling menderita sedunia.
Gak ada yang larang lu sayang sama bokap lu, Itu hak pribadi lu sebagai anak. Tapi masalahnya adalah ketika lu "bangga" secara publik. Di mata orang yang duit pajaknya dikorupsi, "Superman" lu itu adalah "Villain" buat mereka. Saat lu bilang bangga sama koruptor di depan kamera, itu rasanya kayak lu lagi ngeludahin muka orang-orang yang hidupnya susah gara-gara sistem yang dirusak bokap lu. Sayang itu privasi, tapi pamer kebanggaan terhadap pelaku kejahatan publik itu namanya nir-empati.
Kebanyakan orang ngebenci lu bukan karena lu balik kaya lebih cepet dari mereka. Jangan kejauhan narasi "hasad" atau iri dengkinya. Orang muak karena lu dapet kekayaan itu lagi lewat jalur kontroversi dan kegaduhan, bukan lewat karya yang edukatif atau minimal gak nyakitin orang lain.
Lu ngerasa udah dapet sanksi sosial? Sanksi sosial itu tujuannya biar orang belajar rendah hati, bukan malah makin songong dan ngerasa paling hebat karena "survive". Masalahnya bukan suksesnya, tapi caranya. Lu dapet panggung karena lu berisik, bukan karena lu hebat. Jadi jangan kaget kalau orang ngelihat lo bukan sebagai inspirasi zero-to-hero, tapi sebagai contoh nyata kalau di negeri ini, bacot lebih laku daripada otak.
Ga perlu izin
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.