Dalam Neuroscience dan psikologi kognitif, metacognition dikenal sebagai kemampuan seseorang untuk mengamati, mengevaluasi, dan mengoreksi cara berpikirnya sendiri.
Menariknya, Islam sejak awal telah memperkenalkan pendekatan ini melalui konsep QS. al-Qiyamah 75: 2, yaitu jiwa yang menghisab, mengkritik, dan memperbaiki dirinya secara sadar.
Karena itu, Rasulullah Saw menyebut orang cerdas sebagai orang yang mampu “menghisab dirinya”. #elkais
ㅤ ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤㅤ ㅤ ㅤㅤ ㅤ
ما أبلغ من القلب ، دخل في القلب
كن صادقاً مع الناس
Sesuatu yang bermula dari hati, maka akan pula ia sampai pada hati. Maka jadilah orang yang tulus pada orang lain.
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤㅤ ㅤ
"Dulu aku berpikir hal terburuk dalam hidup adalah berakhir sendirian. Ternyata tidak. Hal terburuk dalam hidup adalah berakhir bersama orang-orang yang membuatmu merasa sendirian."
[Robin Williams]
Ada 5 hal yang dapat mengurangi sifat “kesejatian” laki-laki;
1- meninggalkan sholat, 2- bohong, 3- pelit, 4- durhaka kepada kedua orang tua dan 5- menyakiti wanita.”
— Syaikh Mutawali As Sya’rawi
ketika seseorang (dalam perenungannya) tidak bisa menemukan aibnya sendiri, maka ia harus sadar bahwa ketidaktahuan atas aibnya sendiri justru merupakan aib terbesarnya.
Alkisah, seorang raja kembali ke istananya pada malam yang sangat dingin. Ia melihat seorang penjaga tua berdiri dengan pakaian tipis. Raja mendekatinya dan bertanya kepadanya:
"Apakah kamu tidak merasa kedinginan?"
Siapapun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.
- Aristoteles