Karena H Isam sudah resmi dan negara tidak lagi malu-malu memberikan kekuasan pada oligarki di struktur pemerintahnya, maka seperti inilah perumpaaan jika ada Kabinet Bayangan Oligarki
Berikut ini adalah simulasi ringkas "Kabinet Oligarki Nusantara" Indonesia berdasarkan dominasi gurita bisnis mereka:
I. Jajaran Menteri Koordinator (Para Pemegang Saham Utama Negara)
Menko Bidang Perekonomian: Keluarga Hartono (Djarum Group / BCA). Memegang kendali finansial makro, kebijakan perbankan nasional melalui BCA, dan manufaktur.
Menko Bidang Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan: Keluarga Widjaja (Sinar Mas Group). Mengontrol jalannya mega-proyek fisik, real estate raksasa, serta integrasi logistik darat.
Menko Bidang Pangan: Anthoni Salim (Salim Group). Jangkar tunggal ketahanan pangan yang mengoordinasikan dari pertanian hulu hingga industri hilir pangan konsumen
Menko Bidang Energi, Sumber Daya, & Investasi: Prajogo Pangestu (Barito Pacific). Konglomerat energi hijau, petrokimia, dan pertambangan berskala global penentu hilirisasi.
Menko Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan: Keluarga Khairul Tanjung (CT Corp). Mengendalikan jaringan ritel massal, perbankan konsumen, gaya hidup, dan hiburan masyarakat.
Menko Bidang Politik, Hukum, & Keamanan: Surya Paloh (Media Group). Tokoh media-politik senior untuk mengamankan stabilitas regulasi melalui konsensus elit.
------------------------------
II. Kluster Kementerian Sektor Sumber Daya Alam & Ekstraktif (Hulu)
Menteri Kehutanan: Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam / Jhonlin Group). Penguasa konsesi lahan hutan, perkebunan masif, dan infrastruktur pembukaan lahan di Kalimantan.
Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM): Garibaldi "Boy" Thohir (Adaro Energy). Raja batu bara dan pelopor transisi energi hijau berbasis korporasi swasta raksasa.
Menteri Lingkungan Hidup: Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle / RGE). Menguasai industri hilir bubur kertas (pulp) dan kelapa sawit dunia, memegang kendali atas manajemen karbon.
Menteri Pertanian: Martua Sitorus (Wilmar International). Penguasa kelapa sawit global untuk mengatur tata niaga minyak goreng, pupuk, dan lumbung pangan korporasi.
Menteri Kelautan & Perikanan: Keluarga Santosa (Japfa Group). Melalui PT Suri Tani Pemuka, memonopoli hulu-hilir pakan ikan, pembenihan, hingga rantai ekspor seafood.
Menteri Agraria & Tata Ruang (ATR/BPN): Keluarga Riady (Lippo Group). Pengembang kota mandiri raksasa, mengamankan regulasi zonasi lahan komersial dan hak guna bangunan (HGB) skala besar.
------------------------------
III. Kluster Kementerian Industri, Perdagangan, & Korporasi (Hilir)
Menteri Perindustrian: Keluarga Wonowidjojo (Gudang Garam). Konglomerasi manufaktur dengan kapasitas perputaran modal cair harian terbesar di sektor konsumsi.
Menteri Perdagangan: Keluarga Djoko Susanto (Alfamart / Sumber Alfaria Trijaya). Memegang kendali atas jalur distribusi ritel modern terkecil hingga ke pedalaman Indonesia.
Menteri BUMN/Danantara: Erick Thohir (Mahaka Group / Investasi Swasta). Menyelaraskan seluruh aset investasi perusahaan pelat merah agar sejalan dengan kepentingan ekspansi swasta.
Menteri Investasi & Hilirisasi: Keluarga Low Tuck Kwong (Bayan Resources). Salah satu orang terkaya RI di sektor batu bara yang memimpin arah investasi asing langsung (FDI) sektor komoditas.
Menteri Koperasi & UMKM: Keluarga Ciputra (Ciputra Group). Mengarahkan kemitraan usaha mikro agar menjadi sub-kontraktor atau penopang ekosistem properti dan bisnis besar.
------------------------------
IV. Kluster Kementerian Infrastruktur, Logistik, & Konektivitas
Menteri Perhubungan: Rusdi Kirana (Lion Air Group). Pemilik maskapai swasta terbesar yang memegang kendali penuh atas regulasi ruang udara dan logistik penerbangan domestik.
Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat: Keluarga Soetjipto Nagaria (Summarecon). Spesialis pembangunan infrastruktur kota satelit dan jaringan jalan penghubung properti elit.
[lanjut] 🔽
Haji Isam ditunjuk langsung sama Prabowo untuk menangani penanggulan hutan yang terbakar di Kalimantan. Wallahi, we are finished. Nunjuk juragan sawit dan tambang buat ngurusin Karhutla. Ini mah bukan nyari solusi, tapi nyerahin kunci gudang ke malingnya langsung. Lord, save our lungs.
🔥 Cuma di Pati, rakyat seolah lebih tinggi dari pejabat.
Pati melahirkan kultur baru: perlawanan rakyat terhadap otoritas yang dianggap tidak adil. Ekspresi kontemporer masyarakat agraris dan pedagang pasar yang berani bersuara.
Seru, dan mungkin akan menjadi catatan baru dalam sejarah serta antropologi masyarakat Pati.
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
Mohon maaf videonya panjang & menyita bandwidth Manteman semua.
Ini khutbah Jumat di Masjid Kampus UGM.
UGM perlu mengembalikan kebanggaan & marwahnya pasca dinodai komedi ijazah absurd.
Menurut Bagong, sosok ini adalah salah satu di antara banyak orang yg membanggakan UGM
Sebuah uraian yg menarik oleh pak Gita Wirjawan.
Di tiongkok ada orang IQ 140 jago fisika murni tapi nggak bisa ngomong.
Yang kedua IQnya 78,49 jago joget di tiktok.
Di Tiongkok yang pasti terpilih untuk posisi kepemimpinan adalah yg pertama, nggak ada kesempatan buat yang kedua.
Tapi sayangnya demokrasi sekarang lebih tergugah oleh hal-hal yg sensasional dan festival. Sehingga orang yang jago joget dengan IQ 78 bisa terpilih
Let's him cook Mr Gita Wirjawan
Lo hapus chat WhatsApp, storage tetap penuh.
Bukan bug.
WhatsApp sengaja simpen semua foto/video di 4 folder tersembunyi.
Gue kira udah bersih,
ternyata masih nyangkut 14,7GB.
Ini cara bersihinnya:
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Bukan Ilmu Dewa-dewa
"Kalau Anda buka warung, ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa? Dijual berapa? Selisihnya itu untung, untung ditabung."
Agak butuh stamina untuk nonton video ini.
Ceritanya tentang si FEBRIE.
Ditarik mundur sejarahnya sejak jaman Jokowi. Gimana sepak terjangnya saat itu bareng ET juga
(makanya kemarin di BAP ada cerita Febrie nelpon ET juga kan)
Siapkan waktu sekitar 5 menit deh 😊
Prabowo nyesel bertanya pada Guru Besar UNHAN 🤣🤣🤣, raut wajahnya Kecewa mendengar penjelasan prof. Salim Said dan pak imam sufaat jiga bingung karena ga sesuai dengan rencana prabowo yang menginginkan Tentara mengambil alih pekerjaan Rakyat Sipil...
🤣🤣😎