#intinyadeh Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes, tewas mencurigakan.
> Iko ke Polda Jateng utk jemput temen2nya yg masih ditahan
> Lalu gak ada kabar
> Keluarga dpt info Iko kritis di RS
> Abis operasi, ngigau, "ampun pak, tolong jgn pukuli saya lg" 3x
> Iko meninggal
(1/2)
Iya Bud lu pinter dan cerdas, makanya lu tau kalo diskusi di stasiun tv waktunya dibatasi, jadi lu cuma harus lempar argumen Red Herring Fallacy aja buat buang2 waktu. Bangsat lu Bud
nangkepin aktivis TENGAH MALEM??? persis playbook 1998 banget.
they thought they could kidnap someone in the middle of the night and have none notice. well NEWS FLASH, dickhead, it's 2025. we have internet and chronically online netizens.
FREE DELPREDO MARHAAEN.
Kedepannya, kalo masih ada pemilu lagi, pilih presiden itu dibaca visi misinya, di cek historinya
Jangan fomo ngikutin kata selebgram/tetangga
Jangan juga cuma perkara kasian
Apalagi cuma perkara gemoy & bisa joget.
IQRA
Belajar peka, belajar kritis
Dampaknya kerasa kan skrng?
Konsep pendidikan Militer dan Sipil itu beda, tentu pola pikir yang terbentuk juga berbeda, dan tidak relevan untuk seseorang yang mendapatkan pendidikan Militer ditempatkan pada "Ruang kerja" Sipil, jangan keliru!. Tolak RUUTNI.
Kalau ini benar pernyataan Sang Otot Besar, saya nitip respon:
Anda beli steak harga 6 juta dan keracunan. Bisa apa? Komplain dan tuntut pemilik restoran. Tapi ini urusan pribadi Anda dan pemilik restoran.
Bedanya apa dg keracunan di Program MBG? Pengadaannya menggunakan uang APBN alias uang pajak yg dibayar rakyat. Pelaksananya aparatur negara. Maka pertanggungjawaban ke publik. Ini menjadi urusan publik. Sdh bener siswa atau rakyat teriak.
Mosok bedain gitu aja gak bisa? Ntar turun pangkat lho....
Saya cuma ingin meluruskan logika bengkok. Utk MBG, saya apresiasi langkah cepat utk evaluasi dan penguatan kontrol di lapangan. Respon Istana dan BGN soal keracunan cukup proper dan terbuka. Semoga program ini lebih baik dan berhasil. Juga dijauhkan dari pendengung linglung nggak nyambung itu.....