@dimarsasongko98 Aneh memang, orang rakus, goblog macam apa yg mempunyai ide ngasih insentif 6jt per hari, gw sumpahin yg ngasih tu ide mati nya keracunan makanan
14 Februari 2025.
Exactly satu tahun yang lalu.
Can I say this to you, 02 voters : "Told you! Dikandani ngeyel..."
Udah berusaha dirangkul - ditawarin reasoning2, malah dengerinnya NdrewsTjan...😑
Diaspora kaya gw itu sebenernya paling ga terpengaruh sama policy yg dibuat di Indonesia. Setolol apapun kebijakan di Indo- gw tetap bakalan hidup tenang, dapat semua benefit sosial dari pemerintah Jerman. Nah, kalau udah kaya gt - harusnya lu bisa mikir lah "Kenapa orang ini bisa milih 01 yah?" kalau memang hidupnya sedikit sekali tergantung dari pemerintahan Indo.
Next time jangan gampang ketipu ama narasi radikal radikul lah. Or mungkin coba move on dari kasus Ahok - Anies.
Yang sekarang katanya malah mau re-enact policy "Benteng" - affirmative action ke "pribumi". Dulu lu tersinggung dan marah2 waktu Anies pake istilah pribumi di pidatonya - ini sekarang malah ada yang beneran melakukan eksekusi keputusan nepotisme/diskriminasi berdasarkan dikotomi pribumi - non pribumi, malah kaga tersinggung?
2029 - kalau masih ada pemilu yang adil dan jujur - please lah, vote with your value and your utek. Not with your fear or your selfishness.
suharto emang otoriter tetapi dia tau batas kpn dia harus mendengar nasehat teknokratnya. hasilnya growth 7%.
jokowi udah otoriter ditambah nafsu ingin terlihat pintar dan jadikan teknokrat sbg alat pembenaran. hasilnya rungkad.