DONASI BUKU PERJUANGAN
Buku-buku ini karya dr Tifa.
Silakan beli untuk koleksi keluarga atau sumbangkan kepada perpustakaan, sekolah, universitas, pesantren, ma'had.
Dana buku menjadi dana perjuangan dr Tifa di pengadilan, sambil menebar amal jariyah.
Amal jariyah dengan pahala tak putus sampai akhir zaman adalah:
1. Anak-anak yang sholeh dan sholehah
2..Ilmu yang bermanfaat
3. Shadaqah jariyah
Dengan membeli buku dr Tifa insyaAllah memenuhi yang kedua.
Mari berlomba-lomba bantu perjuangan dr Tifa!
Buku-buku yang tersedia:
1. Kontroversi Vaksin - KV
2..Pandemi Pembelah Peradaban - PPP
3. Jalan Samurai Akademik - JSA
4. Otak Politik Jokowi -OPJ
Silakan hubungi admin kami:
0812 2207 9097 Asti
0877 2598 0909 Inda
0852 1186 3336 Dina
Kamu merasa sakit dan malu serta gundah karna persoalan utang piutang diketahui oleh anak dan keluarga mu bayangkan saat kamu datang ke makam Ibu Pak Jokowi disitu kamu menebar fitnah katanya itu bukan Ibunya apa Keluarga Pak Jokowi gk sakit hatinya nmun P Jokowi orgnya sabar..
TEROR DAN INTIMIDASI TERUS BERLANGSUNG
Saya tidak pernah membayangkan bahwa sebuah niat baik dapat berakhir menjadi beban yang begitu panjang dan berat.
Semua bermula dari sebuah ikhtiar sederhana. Sesama perempuan, sesama ibu, kami membangun sebuah usaha dengan harapan dapat saling menguatkan. Tidak ada niat buruk. Tidak ada keinginan mengambil hak orang lain. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa kami bisa bertumbuh bersama.
Lalu pandemi COVID-19 datang.
Seperti jutaan usaha lain di negeri ini, usaha yang kami bangun pun runtuh. Bukan karena kami tidak bekerja keras, tetapi karena keadaan berubah begitu cepat sehingga banyak hal berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikannya.
Dalam dunia usaha, untung dan rugi adalah bagian dari risiko yang diketahui semua orang. Namun saya tidak pernah ingin meninggalkan tanggung jawab. Karena itulah saya memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki.
Saya percaya bahwa integritas bukan diukur ketika hidup sedang mudah, tetapi ketika seseorang tetap memegang janjinya di tengah kesulitan.
Namun perjalanan hidup ternyata membawa saya ke ujian yang jauh lebih berat.
Ketika saya akan maju ujian seminar hasil di suatu pagi malah gelap, tetiba polisi menangkap dan meneror dengan brutal. Kini, ketika saya baru menjalani wajib lapor pertama dan seluruh tim penasihat hukum telah siap menghadapi persidangan yang akan dimulai pada 2 Juli 2026, pada saat yang hampir bersamaan saya kembali menerima penetapan penyitaan apartemen saya, hanya akibat dana usaha kecil-kecilan yang padahal sudah saya cicil sedikit demi sedikit.
Sebagai manusia, saya tentu bertanya dalam hati mengapa berbagai peristiwa besar itu selalu datang tepat pada saat-saat yang sangat menentukan dalam hidup saya. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan di balik semuanya. Saya hanya dapat menyampaikan apa yang benar-benar saya alami.
Yang paling berat bukanlah apartemen itu sendiri.
Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung. Sebagai seorang ibu, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat anak ikut memikul beban yang bukan miliknya.
Namun saya tidak akan membiarkan semua tekanan itu mengubah siapa diri saya.
Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat.
Karena itu, kepada seluruh sahabat dan para pejuang yang selama ini berjalan bersama saya, saya ingin menyampaikan satu hal.
Jangan biarkan berbagai tekanan yang saya alami hari ini melemahkan semangat kita untuk terus mencari dan memperjuangkan apa yang kita yakini sebagai kebenaran. Saya tidak meminta siapa pun membela saya sebagai pribadi. Yang saya harapkan hanyalah agar semangat untuk menjunjung kejujuran, integritas, dan keberanian tidak pernah padam.
Saya akan tetap berdiri dengan kepala tegak.
Tekanan boleh datang silih berganti. Cobaan boleh datang bertubi-tubi. Tetapi keyakinan saya tidak akan runtuh.
Selama hati nurani masih memanggil saya untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, saya tidak akan mundur.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat menghadapi badai. Sejarah juga mencatat siapa yang tetap memilih berdiri tegak ketika badai itu datang.
Berapa jahatnya berita yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026.
Hasbunallah wani"mal wakil
Nimal maula wani'man nashiir.
La haula wala queeata illa billah.
Saat kamu getol sebar fitnah ke Pak Jokowi kamu merasa diri manusia paling suci merasa diri manusia tak berdosa kamu terlalu sombong dan sekarang aib mu pecah dan terbongkar lalu bilang ada yg nebar fitnah..pasti kamu panik kan.. ya panik lah..Allah boten sare ndok...nikmati aja
TEROR DAN INTIMIDASI TERUS BERLANGSUNG
Saya tidak pernah membayangkan bahwa sebuah niat baik dapat berakhir menjadi beban yang begitu panjang dan berat.
Semua bermula dari sebuah ikhtiar sederhana. Sesama perempuan, sesama ibu, kami membangun sebuah usaha dengan harapan dapat saling menguatkan. Tidak ada niat buruk. Tidak ada keinginan mengambil hak orang lain. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa kami bisa bertumbuh bersama.
Lalu pandemi COVID-19 datang.
Seperti jutaan usaha lain di negeri ini, usaha yang kami bangun pun runtuh. Bukan karena kami tidak bekerja keras, tetapi karena keadaan berubah begitu cepat sehingga banyak hal berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikannya.
Dalam dunia usaha, untung dan rugi adalah bagian dari risiko yang diketahui semua orang. Namun saya tidak pernah ingin meninggalkan tanggung jawab. Karena itulah saya memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki.
Saya percaya bahwa integritas bukan diukur ketika hidup sedang mudah, tetapi ketika seseorang tetap memegang janjinya di tengah kesulitan.
Namun perjalanan hidup ternyata membawa saya ke ujian yang jauh lebih berat.
Ketika saya akan maju ujian seminar hasil di suatu pagi malah gelap, tetiba polisi menangkap dan meneror dengan brutal. Kini, ketika saya baru menjalani wajib lapor pertama dan seluruh tim penasihat hukum telah siap menghadapi persidangan yang akan dimulai pada 2 Juli 2026, pada saat yang hampir bersamaan saya kembali menerima penetapan penyitaan apartemen saya, hanya akibat dana usaha kecil-kecilan yang padahal sudah saya cicil sedikit demi sedikit.
Sebagai manusia, saya tentu bertanya dalam hati mengapa berbagai peristiwa besar itu selalu datang tepat pada saat-saat yang sangat menentukan dalam hidup saya. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan di balik semuanya. Saya hanya dapat menyampaikan apa yang benar-benar saya alami.
Yang paling berat bukanlah apartemen itu sendiri.
Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung. Sebagai seorang ibu, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat anak ikut memikul beban yang bukan miliknya.
Namun saya tidak akan membiarkan semua tekanan itu mengubah siapa diri saya.
Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat.
Karena itu, kepada seluruh sahabat dan para pejuang yang selama ini berjalan bersama saya, saya ingin menyampaikan satu hal.
Jangan biarkan berbagai tekanan yang saya alami hari ini melemahkan semangat kita untuk terus mencari dan memperjuangkan apa yang kita yakini sebagai kebenaran. Saya tidak meminta siapa pun membela saya sebagai pribadi. Yang saya harapkan hanyalah agar semangat untuk menjunjung kejujuran, integritas, dan keberanian tidak pernah padam.
Saya akan tetap berdiri dengan kepala tegak.
Tekanan boleh datang silih berganti. Cobaan boleh datang bertubi-tubi. Tetapi keyakinan saya tidak akan runtuh.
Selama hati nurani masih memanggil saya untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, saya tidak akan mundur.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat menghadapi badai. Sejarah juga mencatat siapa yang tetap memilih berdiri tegak ketika badai itu datang.
Berapa jahatnya berita yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026.
Hasbunallah wani"mal wakil
Nimal maula wani'man nashiir.
La haula wala queeata illa billah.
Terus lah berjuang karna merasa diri mu paling benar, ternyata hari ini kamu menerima karma apartemen mu disita oleh pengadilan..hehe asyik urusin orang lain padahal urusn dirimu gk keurus..
Apa alasan takut sidang LIVE?
Saya diperiksa berkali-kali ke POLDA tidak pernah absen, saya tidak takut!
Saya di suruh wajib lapor seminggu sekali berbulan-bulan, saya tidak takut!
Saya ditangkap secara tidak manusiawi lalu dijebloskan ke sel tahanan saya tidak takut!
Saya dijadwalkan sidang, saya InsyaAllah akan datang saya tidak takut!
Saya pakai baju orange saja tidak takut!
Lalu siapa yang rencana mau ngumpet dari kamera LIVE ini???
“Saya InsyaAllah akan datang ke pengadilan, bukan untuk melawan siapapun.
Kamis 2 Juli 2026 pukul 09.00 WIB
PN Jakarta Timur
Saya akan datang untuk memastikan bahwa negara tetap berdiri di atas keadilan, kebenaran dan akal sehat ”
Hasbunallah wani'mal wakil
Nikmal maula wani'man nashiir
Laa haula wala quwwata illa billah
Melankolis bangat isi hati mu tentang baju oren. Tp lpa diri apa yg tlh kamu lakukan menebar fitnah dn kebohongan betapa kotor isi otak mu sampai kuburan Orang tua Pak Jokowi kamu obok2..gk papa pura2 bahagia ajalah sebelum apa yg akan kamu rasakan yg sebenarnya ada didpn mata mu
Aku sudah pernah berbaju orange
Aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini.
Memakai baju orange, berdiri di tengah kerumunan, dilihat banyak mata, seolah hidupku diringkas menjadi satu warna. Tapi kalau mereka mau tahu, ini bukan awal dari ceritaku. Ini hanya satu potongan kecil dari jalan panjang yang sudah kupilih, sadar atau tidak.
Baju orange ini,
Yang sering diteriakkan buzzer dan termul untuk menghinaku
Ketika dia ku sandang di tubuhku, justru
Seperti baju zirah yang membungkus perjuanganku.
Baju orange ini, di tubuhku adalah tanda perlawanan terhadap kebohongan, kepalsuan, kezaliman.
Tanda bahwa aku terus berdiri tegak dan senyuman karena aku tahu nilai apa yang terkepal di tanganku.
Aku hanya berjalan dengan apa yang kupercaya. Kadang langkahku pelan, kadang aku ragu, tapi aku tidak pernah benar-benar berhenti.
Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Di balik senyum ini, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada lelah, ada takut, ada pertanyaan yang tidak selalu punya jawaban. Tapi ada satu hal yang selalu kutahan kuat-kuat: aku tidak mau kehilangan diriku dan menggadaikannya demi kenyamananku.
Hari iitu, melihat aku berbaju orange, mungkin banyak orang iba padaku, menangisiku.
Tapi di dalam diriku, muncul bara api membara seterang baju ini.
Yang membuatku tetap utuh dalam langkahku dan berkata:
Kalau ini memang harus aku jalani, ya sudah… aku jalani.
Bukan untuk membuktikan apa-apa ke dunia. Tapi supaya nanti, saat aku melihat ke belakang, aku tahu,
aku tidak pernah mengkhianati kebenaran yang kuyakini.
Jangan pura2 bahagia dulu...saya yakin anda akaan bener2 merasakan pengapnya sel yg bau apek dan makan nasi cadong..kemarin baru 1 hari aja udah stress berat jangn ngaku enak klo nanti disel ditas 5thn..apa yg anda tabur itu yg anda tuai Allah tidak tidur..
Padahal kemarin waktu di dalam sel tahanan udah mikir
Bakal tambah putih karena dimasukkan di sel jadi ngga kena matahari
Bakal tambah langsing karena makanan di penjara wekk mengerikan
Ternyata sama Allah
Disuruh putih dengan lebih rajin pake lulur Purbasari biar ada usaha
Disuruh olahraga bukan gara-gara mogok makan ransum penjara
Alhamdulillah.
Yang Maha kuat Sejagat Raya
Allah azza wajalla berkehendak saya pulang ke rumah buat lanjut belajar menghadapi Sidang Tertutup S3
Buat semua Sahabat seluruh Indonesia dan dimanapun anda berada
Terimakasih banyak atas doa-doa di atas sajadah di rumah, mushola, masjid yang terus berkumandang selama 420 hari ini.
Kebenaran, ketika Allah titah kah untuk terbuka, tak akan bisa terbendung, apalagi oleh sekedar manusia.
Terimakasih banyak sekali lagi
Dadaaah...
Mau ke Alfamart beli lulur Purbasari sama kacang buat belajar.
Ini Jumat Berkah...utk menjebloskan pembohong dan tukang fitnah ke jeruji besi..bila kalian gak terima silakan aja kalian demo ke Polda amoe nyungsep....kita mah santai aja
Sudah 3 hari ini Dokter Supranaturalitil tidak main twit nih..ada apa gerangan biasanya sehari 3 kali kek orang makan obat..apa ini pertanda dia lagi sibuk siapin diri utk menuju hotel prodio..? @DokterTifa@ReflyHZ@MenporaRoySuryo
İsrail askerleri, Batı Şeria'da bir Filistinli genci annesinin yardım çığlıkları arasında bayılana kadar dövdü.🇵🇸💔
Bunu normalleştirmeyin ,
Bunu paylaşmaktan vazgeçmeyin.
Assalmualkm Bu @DokterTifa sudahkah anda siap..perlimpahan barang bukti dan tersangka tinggl menunggu waktu..itu artinya baju oren jg dah siap..siap2 jg utk meninggalkan keluarga tercinta..oya jangan lupa siapin tuh 1000 pertanyaan atau bikin sidang itu sampai bertahun2 ya
Kalau 1 lembar Ijazah itu ASLI,
Cukup didampingi 1 Pengacara.
Lah ini,
Ngapain pakai 1.000 Pengacara?
Main keroyokan menunjukkan bodohnya cara Termul dalam membela majikannya.
Isu murahan berisi fitnah disampaikan orang sinting, yang bahkan mengurus dirinya sendiri saja tidak mampu, kok ditanggapi.
Buang-buang waktu.
Di depan mata banyak sekali persoalan besar yang sudah dan bakal terjadi: Perang Dunia III dengan segala dampak yang harus segera dicarikan solusinya bagi rakyat, karena bakal ada kelangkaan BBM, bencana kelaparan, pandemi yang sudah disiapkan, bencana kelaparan, banyak sekali yang membutuhkan pemikiran dan tindakan konkrit.