Hari ini Pak Michael Bambang Hartono wafat di usia 86.
Salah satu orang terkaya RI. Pemilik BCA, Djarum, Polytron, Grand Indonesia, Blibli.
Tapi legacy beliau bukan soal uang.
Ini 🧵 prinsip hidup & bisnis Pak Bambang yang bisa kita pelajari 👇
Personal note: Making this thread as a tribute to his life and the principles that he has instilled in Djarum Group.
Ini beneran ada kantor yang pelatihannya GAS LIGHTING gini?
”kalo gaji kamu lebih tinggi dari kinerja kamu nanti kamu dikasih sakit, kehilangan, ditipu”
Buset, saking gamaunya gaji karyawan yang semua job desk diambil: kasir, inventory, cleaning service, bikin kopi. Sampe ngedoain yang jelek, nauzubillah.
We all deserve kinerja 5 juta gaji 10 juta itu!
@firlyhamid12@peachyslen Jgn mau bayar diluar dari apa yg kita suruh kerjakan, tdk ada istilah isi ulg freon saat cuci ac jika sebelumnya ac dlm kondisi dingin normal. Tips utk cust, pd saat cuci ac diawasin tuh teknisinya wkt kerja, kalau udh mulai utak atik bagian ini langsung aja suruh plg teknisinya
Final interview. HR tanya: "Ekspektasi gaji kamu berapa?"
Otak lo blank.
Lo jawab: "Sekitar 15 juta, Pak."
HR senyum. Nulis di kertas.
Lo baru aja kehilangan 5 juta per bulan dalam 5 detik.
Ini jawaban yang BENER biar lo bisa dapet gaji terbaik pas negosiasi:
🚨🇲🇽 BREAKING 🚨
New evidence is emerging around well known influencer and OnlyFans star Maria Julissa.
Reports point to an alleged connection and betrayal linked to the drug trade and the now deceased cartel boss known as El Mencho.
DARI PETANI ALPUKAT JADI BURONAN SATU DUNIA
Siapa itu El Mencho?
nih gue ceritain kaya anak SD yak
Meksiko baru saja menewaskan pria dengan bounty $15 juta di kepalanya — dan dalam hitungan jam, kartelnya langsung bikin 5 negara bagian kacau balau dan terbakar.
- Dia adalah El Mencho
- Nama aslinya Nemesio Oseguera Cervantes
- Lahir 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacán, Meksiko
- Tumbuh dalam kemiskinan
- Waktu remaja nyebrang ilegal ke AS
Pernah tinggal di San Francisco
-Umur 19 ditangkap karena barang curian dan bawa pistol isi peluru
- Dideportasi ke Meksiko, Balik lagi ke AS
- Tahun 1992 ditangkap lagi kasus narkoba
- Mengaku bersalah
- 3 tahun dipenjara di penjara federal AS
- Dideportasi lagi ke Meksiko
Balik ke Meksiko:
-Sempat gabung polisi lokal
- Sambil jadi petani alpukat
- Lalu masuk Kartel Milenio
- Kerja di bawah bos narkoba Nacho Coronel
- Coronel tewas tahun 2010
- El Mencho lihat ini sebagai peluang
Sekitar 2007–2009:
- Ikut mendirikan Kartel Jalisco New Generation (CJNG)
- Awalnya kerja sama dengan Kartel Sinaloa
- Lalu pecah dan perang lawan mereka
- Bangun CJNG jadi kartel dengan pertumbuhan paling cepat di Meksiko
- DEA bilang kekuatannya setara Kartel Sinaloa
- Jaringannya ada di 50 negara bagian AS
- Perdagangan fentanyl, sabu, kokain, heroin cuan miliaran dolar
Mereka juga:
- Pelopor pakai drone buat jatuhin bom
- Tanam ranjau darat
- Pernah nembak jatuh helikopter militer
- Tahun 2020 coba bunuh Kepala Polisi Mexico City pakai granat dan senapan di siang bolong
- Ada bounty $15 juta dari AS buat kepalanya.
- Bertahun-tahun gak ada foto terbaru dirinya.
- Bangun aura misterius.
- Nyaris gak bisa dilacak.
- Saudaranya “Tony Montana” ditangkap 2022
- Menantunya pura-pura mati buat sembunyi di California
- El Mencho bantu nutupin
- Februari 2026, pemerintahan Trump menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing
Dia mulai dari anak miskin di Michoacán, jadi polisi, jadi petani alpukat, lalu jadi pemimpin salah satu kartel paling berbahaya di dunia.
Dan akhirnya mati di belakang helikopter militer
Aksi duel berdarah terjadi di depan pintu masuk Pasar Keraton, Jalan H Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Dua pria terlibat perkelahian sengit menggunakan senjata tajam hingga keduanya mengalami luka serius.
Insiden yang berlangsung di kawasan ramai aktivitas warga tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi terkejut melihat kedua pria saling serang menggunakan parang dan pisau herder. Rekaman peristiwa itu pun dengan cepat beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Mendapat laporan adanya perkelahian bersenjata tajam, aparat dari Polres Tapin bersama jajaran Polsek Tapin Utara langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.
Kapolres Tapin, Weldi Rozika, melalui Kasi Humas Imam Subhan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 467 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
“Kedua pria yang terlibat masing-masing membawa senjata tajam. Akibat perkelahian itu, keduanya mengalami luka serius dan langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya, Selasa (17/2/2026).
Kedua pria tersebut diketahui bernama Syahroni alias Roni (42), warga Rantau Kanan, dan Sapuandi alias Wawan (28), warga Desa Kakaran, Kecamatan Tapin Utara. Dalam kejadian itu, keduanya sama-sama mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Di lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu bilah parang dan satu bilah pisau herder yang digunakan dalam perkelahian. Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar pasar juga langsung dimintai keterangan guna mendalami penyebab dan kronologi pasti peristiwa tersebut.
Setelah dievakuasi dari TKP, kedua korban dilarikan ke RSUD Datu Sanggul Rantau untuk menjalani perawatan intensif. Aparat kepolisian turut melakukan pengamanan di area rumah sakit sebagai langkah antisipasi guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan dari pihak-pihak tertentu.
Selain melakukan proses penegakan hukum, kepolisian juga memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Pertemuan tersebut digelar pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita di Kantor Desa Kakaran. Hadir dalam mediasi itu kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga dari masing-masing pihak.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Mereka saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Keduanya juga menyatakan kesediaan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku apabila di kemudian hari melanggar kesepakatan yang telah dibuat.
Meski perdamaian telah tercapai, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyerahkan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” tegas Imam Subhan.